Translate Article

15 Menit Merasakan Cinta

Bookmark and Share
cinta
(Gambar: akuislam.com)

Pagi yang dingin masih menemani kiacauan burung yang menari-nari dan saling bercanda satu sama lain. Sungguh ini adalah bentuk ungkapan syukur makhluk-makhluk ciptaan Tuhan itu. Kicauan mereka adalah tasbih yang berkumandang sepanjang masa. Terkadang, ungkapan syukur mereka lebih istiqomah dari pada manusia yang sering tergoda oleh dirinya sendiri.

Tepat pukul 07.30 dosen Bahasa Inggris untuk pelajaran Speaking memasuki sebuah ruangan ber-AC yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk berlatih berbicara dalam logat yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari yang cenderung "ngapak-ngapak". Ruangan ini didesain mirip cafe dengan meja berbentuk lingkaran dan 5-6 kursi yang berjejer rapi.

Menjadi mahasiswa memang berbeda dengan anak SMP atau SMU. Di tempat ini keberhasilan dalam belajar sangat tergantung dengan kemauan diri sendiri. Jika tidak ada keamauan dan semangat yang tinggi, bisa saja label "Mahasiswa Abadi" akan melekat pada diri kita. Apalagi, setiap semesternya selalu saja ada satu orang "Dosen Killer" yang meresahkan dan membuat takut mahasiswa karena biasanya dosen bertipe demikian adalah orang yang sangat berpengaruh di kampus dan merupakan salah satu pejabat struktural.

Saat tengah serius mendengarkan dan menyimak arahan sang dosen, aku mulai kehilangan konsentrasi belajarku. Biasanya setelah 20 menit mendengarkan dosen aku mulai mengantuk, tetapi hari ini perasaan berbeda hinggap di hatiku. Apalagi saat aku melihat wajah salah seorang teman perempuan seangkatan yang bernama Devi, tiba-tiba saja perempuan asal Pemalang, Jawa Tengah ini menjadi terlihat sangat cantik di mataku. Saat saling bertatapan, aku dan Devi saling tersenyum satu sama lain, sebuah senyuman yang sangat indah dan romantis. Aku sungguh heran, kenapa secara tiba-tiba aku menjadi sangat menyukai Devi yang sebetulnya bukan termasuk perempuan yang menjadi idamanku. Kali ini kami sama-sama merasakan rasa "sayang" atau "cinta" seperti dua insan yang dimabuk asamara.

Perasaan seperti ini aku rasakan selama lebih kurang 15 menit lamanya, dan setelahnya semua yang kurasakan tiba-tiba menghilang begitu saja. Ini benar-benar aneh, apakah mungkin aku dan Devi sedang kesurupan? Ah...aku rasa tidak mungkin, kami berdua merasa dalam keadaan sadar. Hanya saja aku heran. Apa yang sebenarnya kurasakan? Atau apakah ini yang dinamakan cinta/jatuh cinta? Lalu kenapa ini hanya berlangsung sesaat? Ini menjadi misteri yang sulit aku pahami dengan logika. Memang antara rasa dan logika adalah dua sisi yang berbeda, yang seringkali sulit disatukan. 15 menit merasakan cinta adalah catatan yang kutulis dalam selembar memori yang ada dihatiku.


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia