Header Ads

test
  • Home
  • Berita
  • Bisnis
  • Belanja
  • Gadget
  • Game
  • Investasi
  • Sekolah
  • Komputer
  • Puisi
  • Privacy Policy
  • Wisata
  • Menjadi Bangsa Produsen

    indonesia-maju

    (Gambar: skarida.wordpress.com)

    Salam Sukses Selalu...
    Kita tentu akan merasa "trenyuh" ketika mendengar sebuah lagu yang liriknya: "Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersedih hati...". Bagaimana tidak, Indonesia yang sejak dahulu terkenal dengan negeri yang memiliki banyak rempah-rempah, negeri yang memiliki sumber daya alam yang dahsyat, tetapi pada kenyataannya masih banyak warga negara yang hidup dibawah standar kelayakan. Istilahnya bisa makan saja sudah untung.

    Globalisasi dan perubahan teknologi di seluruh penjuru dunia memaksa Indonesia menjadi negara konsumen yang dibanjiri produk dan layanan milik bangsa lain. Ini artinya kita sebagai negara Indonesia yang punya potensi besar harus mengeluarkan uang minimal tiga kali lipat dari yang bangsa lain keluarkan. Hal ini karena kita adalah bangsa konsumen. Sedangkan bangsa produsen mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Jika konsumsi kita tidak diimbangi dengan kegiatan produksi, lambat laun bangsa ini akan mengalami kemunduran ekonomi atau kemunduran finansial.

    Kita harus mau mengubah bangsa ini menjadi bangsa produsen. Sulitkah ini dilakukan? Jawabannya adalah Ya. Untuk menjadi bagian dari negara produsen, kita setidaknya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, yang siap mengolah dan mengemas sumber daya alam yang ada menjadi produk dan layanan yang memenuhi standar internasional. SDM kita belum mampu membuat peralatan canggih yang berbasis teknologi secara umum, walaupun ada beberapa orang Indonesia yang kualitas keilmuannya diakui dunia.

    Untuk mengolah sumber daya alam berbasis teknologi, kita harus mampu membuat semacam pabrik induk. Pabrik induk ini yang akan memproduksi bahan-bahan atau mesin-mesin untuk membuat pabrik-pabrik lainnya sesuai sumber daya alam yang akan diolah. Jika yang akan diolah adalah minyak, maka SDM kita sudah bisa membuat pabrik minyak sendiri. Itu adalah impian yang ingin sekali bisa kita wujudkan. Pabrik induk ini yang kita prioritaskan, karena apabila pabrik induk ini sudah mampu kita buat, maka segala macam pabrik lainnya bisa satu per satu kita cicil untuk dibangun.

    Investasi awal tentulah sangat besar. Namun, menurut saya ini adalah suatu keharusan jika kita ingin maju. Dan jika tidak, yah selamanya kita akan jadi bangsa konsumen, yang memboroskan uang untuk membeli segala sesuatu yang keuntungan bisnisnya dinikmati oleh bangsa lain. Step by step itulah prinsipnya. Tapi cetak biru masa depan bangsa seyogyanya sudah ada di tangan para pemimpin bangsa. Yuk kita berdoa untuk keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia.

    Tidak ada komentar