Translate Article

Antara Sepi Dan Diam

Bookmark and Share

Antara sepi dan diam,
serombongan lagu mampir ke peraduan,
jemari lentiknya meremas getir,
sang putri yang bersimpuh lihai,
menempel pada dingin yang sama sekali tak pernah diundang...

Sesaat langit ingin bergema,
merampas kesombongan manusia-manusia nista,
yang tak pernah sudi berbagi sehirup nafas,
dengan jutaan sosok penyelamat,
ikatan suci yang menaburkan sisi lain dari masa depan...

Aku dengar padimu yang sudah mulai menguning,
begitu menggemaskan dan teramat lucu,
sejak saat itu kabut gelap nan hitam,
selalu takut menatap wajahmu,
karna tetes demi tetes,
tlah menghujam tajam ke poros-poros waktu...

Antara sepi dan diam,
ingin kunyanyikan syair kebebasan,
menebas setiap angkara yang lekat,
mengiris lembaran tipis nafsu,
kibasan demi kibasan kan bertemu pada ranting yang bergelayut manis,
menaburkan bumbu-bumbu harmoni,
pada ujung daun yang tak pernah layu,
meski untuk satu goresan warna...

Beri aku satu senyuman,
Beri aku satu kerlingan,
Beri aku satu kalimat salam,
dan janjiku tengah mendekap sekujur hari yang terangkai indah,
meretas merdu di setiap sudut pori-pori pipimu sayang....

[Sungai Bambu, 16 Maret 2015, 11:08]



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia