Translate Article

Lorong-Lorong Sempit

Bookmark and Share

Rentang kesabaranku akhir-akhir ini semakin mengkerut,
berlindung dibalik kenakalan sel tubuh majemuk,
menggiring anganku pada lorong-lorong yang sempit,
dan dengan lantang ia pun berkata:
"Ini sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk menjemputmu Sayang..."

Lorong-lorong sempit itu tak semerah dulu lagi,
merasa risih dan resah,
akan penghuni-penghuni baru yang tak mengenal sopan santun,
dan dengan lantang ia pun berkata:
"Aku sudah tak tahan lagi dengan kezaliman ini!"

Lorong-lorong sempit itu kadang bergetar hebat,
membalas kalimat pada pagar berlubang,
berjabat mesra dengan sisa-sisa kenikmatan,
setelah usai mengakhiri tiga santapan terakhir bersama sang majikan,
dan dengan lantang ia pun berkata:
"Ingin sekali aku membencimu!"

Lorong-lorong yang sempit itu pun semakin gelap,
meredup bersama sukma yang melayang jauh.....

[Sungai Bambu, 30 Maret 2015, 10:39]

(Gambar:teknologi.news.viva.co.id)


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia