Header Ads

test
  • Home
  • Berita
  • Bisnis
  • Belanja
  • Gadget
  • Game
  • Investasi
  • Sekolah
  • Komputer
  • Puisi
  • Privacy Policy
  • Wisata
  • Lorong-Lorong Sempit

    Rentang kesabaranku akhir-akhir ini semakin mengkerut,
    berlindung dibalik kenakalan sel tubuh majemuk,
    menggiring anganku pada lorong-lorong yang sempit,
    dan dengan lantang ia pun berkata:
    "Ini sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk menjemputmu Sayang..."

    Lorong-lorong sempit itu tak semerah dulu lagi,
    merasa risih dan resah,
    akan penghuni-penghuni baru yang tak mengenal sopan santun,
    dan dengan lantang ia pun berkata:
    "Aku sudah tak tahan lagi dengan kezaliman ini!"

    Lorong-lorong sempit itu kadang bergetar hebat,
    membalas kalimat pada pagar berlubang,
    berjabat mesra dengan sisa-sisa kenikmatan,
    setelah usai mengakhiri tiga santapan terakhir bersama sang majikan,
    dan dengan lantang ia pun berkata:
    "Ingin sekali aku membencimu!"

    Lorong-lorong yang sempit itu pun semakin gelap,
    meredup bersama sukma yang melayang jauh.....

    [Sungai Bambu, 30 Maret 2015, 10:39]

    (Gambar:teknologi.news.viva.co.id)

    Tidak ada komentar