Translate Article

Sebagai Angin lalu

Bookmark and Share
(Gambar: konfrontasi.com)

Yang Terhormat "Negara",
Yang Terhormat "Politik",
Yang Terhormat "Konstitusi"...

Dengan ini kami memohon,
dengarkan suara kami sekali saja,
karna kami sangat menyadari,
mungkin saja jadwal "konser" kalian sangat padat...

Hemm...tunggu dulu,
jangan-jangan kalian sedang terjangkit virus amnesia,
atau terlalu sibuk menghitung setiap digit,
hasil manggung sandiwara malam kemarin...

Ingatlah dan camkan!
Bahwa kami tak pernah sepeserpun,
mengemis atau meminta-minta pada kalian,
bahkan jalan-jalan yang kami lewati,
gedung-gedung yang kalian banggakan,
adalah akumulasi tetesan keringat kami,
yang kami titipkan kepada "kurir-kurir" setia kalian...

Lupakah kalian?,
pada janji-janji yang pada waktu itu menggelegar garang,
ketika seluruh ciptaan Tuhan turut menyaksikan,
bahkan rumput-rumput yang kalian injak pun,
ikut merinding dan menggigil ketakutan,
mendengar setiap bait yang mengait tajam,
dan meliuk-liuk liar menebalkan setiap kata demi kata...

Dan kini...
Jawaban kalian sungguh sangat mengejutkan kami,
Kalian hanya berkata: "Yang sudah terjadi kita lupakan saja, dan kita anggap sebagai angin lalu....."
Haahhh??? Astaga Naga....Astaghfirullahal 'adhiim!

Jakarta, 17 Maret 2015

TTD
(Rakyat/Wong Cilik)



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia