Header Ads

test
  • Home
  • Berita
  • Bisnis
  • Belanja
  • Gadget
  • Game
  • Investasi
  • Sekolah
  • Komputer
  • Puisi
  • Privacy Policy
  • Wisata
  • Warung Khas Sunda Tambun Bekasi

    Sabtu yang dingin tak membuat semangat saya beserta teman seprofesi untuk melakukan aktivitas. Apalagi hari ini kami berencana mengunjungi tiga tempat sekaligus. Pertama, menjenguk anak seorang teman yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat karena terserang penyakit demam berdarah tingkat akut. Kedua, menjenguk juga anak seorang teman di daerah Tambun, Bekasi. Dan yang ketiga adalah berkunjung ke rumah teman yang beralamat di Cikarang.

    Jalanan kota Jakarta tampak lengang dan lancar karena biasanya pada hari Sabtu banyak instansi pemerintah, sekolah, dan sebagian perusahaan swasta yang libur. Bahkan, di tol Jakarta-Cikampek kendaraan yang kami gunakan sebagai alat transportasi bisa melaju dengan cukup kencang pada kecepatan 100 km/jam. Kondisi yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan hari-hari kerja dari Senin sampai Jumat yang selalu padat dan cenderung macet.

    (Menu lalapan selalu tersedia pada warung khas Sunda)

    Kebetulan saat masih dalam perjalanan waktu menunjukkan pukul 12.30, dus berarti waktunya mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Kemudian, kami memutuskan untuk berhenti dan makan siang di salah satu Warung Khas Sunda yang berada di wilayah Tambun, Bekasi. Seperti makanan khas Sunda pada umumnya kami disuguhi seporsi sayuran lalapan beserta sambal yang rasanya super maknyus. Meskipun demikian, dimanapun saya makan saya selalu menanyakan keberadaan makanan khas para raja zaman dahulu, apalagi kalau bukan Semur Jengkol.

    Harga yang dibandrol di warung khas Sunda ini terbilang cukup murah mengingat kawasan ini merupakan daerah yang dekat dengan Ibukota dengan kepadatan penduduk yang luar biasa. Yang membuat kami sempat tak percaya adalah ketika uang yang harus kami keluarkan tidak lebih dari Rp. 110.000,- (seratus sepuluh ribu rupiah) untuk enam porsi makanan yang kami pesan. Hemm...harga yang cukup menarik dan bisa dijadikan referensi kuliner.

    Salah satu menu yang membuat kami penasaran dan ketagihan adalah menu Pepes Belut yang pada waktu kami bertandang ke warung tersebut hanya tersisa dua buah saja, dengan harga 1 pepes Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah). Dengan cita rasa yang sreg di lidah, warung makan khas Sunda ini terbilang ramai dikunjungi karena harganya yang cukup terjangkau. Hal ini bisa kita cermati dari kendaraan yang digunakan pengunjung yang rata-rata menggunakan sepeda motor. Seandainya saja ada warung makan seperti ini di daerah Jakarta Utara pasti akan langsung diserbu dan dipenuhi pecinta kuliner yang selalu mengedepankan kualitas dan rasa dari sebuah makanan.

    [Tambun, Bekasi, 14 maret 2015, Jam Makan Siang]

    Tidak ada komentar