Translate Article

Hari Kartini Dimata Wanita Masa Kini

Bookmark and Share
Hari kartini
(R.A. Kartini, Gambar : susianakipa3.blogspot.com)

Indonesia memiliki banyak pejuang-pejuang wanita dimasa penjajahan Belanda dan sebelumnya. Mereka adalah perempuan-perempuan yang cerdas dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bangsa ini di masa lalu agar terbebas dari segala macam kemunduran, kelemahan, penindasan yang dilakukan baik oleh sesama anak bangsa maupun yang dilakukan bangsa lain. Salah satu sosok perempuan yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini yang dilahirkan pada tanggal 21 April tahun 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Raden Ajeng Kartini yang notabene merupakan putri dari seorang bangsawan di daerahnya merasa tidak nyaman hidup dengan aturan ketat dari keluarganya, dimana seorang wanita atau perempuan kurang dihargai sebagai manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sejajar dengan kaum lelaki. Wanita pada masa lalu tidak diizinkan untuk mengenal ilmu pengetahuan lewat bangku sekolah. Hal seperti inilah yang membuat wanita lebih sering diperlakukan kurang manusiawi oleh para pria.

Kartini muda tidak mau tinggal diam dengan keadaan yang terjadi dengan dirinya dan wanita-wanita lainnya yang hidup sezaman dengan beliau. Dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" karya Armijn Pane, tertulis surat-surat yang dikirim Kartini untuk sahabat-sahabatnya yang ada di Eropa. Kartini meminta sahabat-sahabatnya agar membantu dirinya agar dapat melanjutkan pendidikan. Namun, usaha yang dilakukan oleh Raden Ajeng Kartini belum membuahkan hasil, dan baru terealisasi saat suami yang dinikahinya mengijinkan Kartini untuk berkecimpung di dunia pendidikan dengan cara mendirikan sekolah.

Sejalan dengan pemikiran Raden Ajeng Kartini, pada bulan dimana beliau dilahirkan ini, wanita Indonesia harus bisa memetik hikmah dari kisah perjuangan Kartini untuk memajukan kaum hawa di masa lalu. Kartini telah merubah mindset orang pada masa lalu tentang wanita, yang sebelumnya wanita adalah sosok yang kurang dihargai dimata kaum pria menjadi sosok yang sejajar dan yang memiliki hak yang sama untuk membangun peradaban.

Beberapa hal yang bisa dilakukan wanita masa kini untuk melanjutkan perjuangan Kartini adalah:
  1. Menggiatkan Budaya Membaca. Dengan menggiatkan budaya membaca baik di dalam rumah bersama anak maupun di tempat kerja, wanita masa kini akan merubah mindset bahwa wanita yang menarik itu adalah yang memiliki wajah yang cantik menjadi mindset bahwa wanita yang menarik adalah wanita yang cerdas. Budaya membaca ini sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini. Membaca akan meningkatkan juga kualitas kecerdasan anak-anak yang akan lahir dari rahim mereka. Sehingga nanti akan lahir generasi-generasi bangsa yang cerdas dan mampu memecahkan masalah.
  2. Mencegah Penyebaran Konten Dewasa. Mudahnya akses berbagai media yang menyediakan konten dewasa sangat menyudutkan harga diri wanita. Wanita menjadi objek nafsu para pria karena gencarnya informasi yang negatif dari berbagai media. Tubuh wanita telah dijadikan "komoditi" oleh media cetak dan elektronik untuk meraih keuntungan material dan perusakan mental generasi muda. Wanita masa kini dapat mengurangi dampak seperti ini dengan cara memberikan edukasi yang baik kepada sesamanya, bahwa wanita tidak boleh dijadikan objek atau "komoditi". Wanita masa kini juga harus giat menulis dan menjadi nara sumber berita dan informasi positif tentang wanita. Dunia internet telah memberikan ruang apresiasi yang cukup bagi wanita Indonesia untuk melakukan penetrasi ke media ini agar lebih dominan berisi konten-konten yang baik. Jika wanita Indonesia malas untuk melakukan hal ini, jangan heran kalau perilaku anak-anak muda ini terhadap kaum wanita nanti akan semakin tidak terkendali dan jauh dari norma-norma yang berlaku.
  3. Memiliki Penghasilan Sendiri. Apabila memungkinkan hendaknya wanita turut membantu keluarganya untuk bekerja atau mendirikan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bisnis adalah dunia yang disarankan, mengingat aktivitas seperti ini bisa dilakukan sembari mendidik dan merawat anak.
  4. Meninggalkan Gaya Hidup Glamour. Wanita harus memiliki prinsip bahwa bahagia itu tidak melulu berkaitan dengan uang dan kemewahan. Jika wanita Indonesia masih ngiler dengan uang dan kemewahan maka bersiap-siaplah jika nantinya kaum pria meminta balasan yang sepadan dengan uang yang telah dikeluarkan kantong mereka. Ini berarti bahwa dimata para pria, wanita itu bisa "dibeli" dengan uang. Apabila Anda seorang wanita atau perempuan tolong pikirkan hal ini dengan baik. Mindset seperti ini harus diubah, dan yang bisa merubahnya adalah wanita itu sendiri.

Kita berharap bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Kartini untuk memerdekakan kaum wanita dari keterpurukan dan ketertinggalan akan dilanjutkan oleh Kartini-Kartini Muda yang cerdas, santun, dan berwawasan bijak. Wanita bukanlah objek fisik semata, tetapi ia adalah insan yang memiliki potensi yang sama dengan pria dalam membangun peradaban yang berkemanusiaan. Dengan kelembutan dan keanggunan karakter yang ada pada wanita akan memberikan nuansa damai dan tentram dalam kehidupan sehari-hari.


{ 3 komentar... Views All / Send Comment! }

cahyo jm mengatakan...

Saya mah nyimak saja klo utk masalah wanita gan :D

bz the witch mengatakan...

rata2 wanita sekarang memang ramai yang terlibat dalam bisnes sambilan di rumah.

Gatoloco Mbelgedes mengatakan...

Hemm...wanita.
Makasih Mas Cahyo JM dan Sobat BZ The Witch sudah berkomentar. Salam sukses selalu :)

Kotak_Pesan_Dunia