Translate Article

Jakarta Di Subuh Hari

Bookmark and Share
Jakarta di subuh hari,
mencoba mengusap sisa-sisa keletihan yang mematri waktu,
termangu dalam ruang sempit,
yang tertatih mengabadikan mimpi...

Jakarta di subuh hari,
tak pernah bisa tuk sekedar menjulurkan tangannya,
pada senyuman tulus yang mengibarkan pintu-pintu kejujuran...

Jakarta selalu sombong dan acuh,
tatkala seekor serangga bersayap mungil itu,
menatap ragu akan hasratnya yang tlah lama terpendam,
tuk bertemu dengan induknya di seberang halte remang berkabut...

Jakarta di subuh hari,
slalu menyisakan bibit-bibit kecemasan,
bagai seorang anak yang tertunda,
saat ingin merangkul ibunya...

Kadang aku harus memapah kebencian,
agar asa memiliki ruang tuk memanjangkan kisahnya...

Kadang aku harus memikul kemunafikan,
agar cinta mendapatkan sedikit sinar,
tuk memudarkan kecemburuan,
yang meringis kesepian,
terkulai pada jeda yang tak pernah setia,
meneteskan embun penyejuk kebisuan...

Jakarta di subuh hari,
masih mengharap rindunya akan kembali,
meski keriput tlah membasuh keningnya....

(Foto: fisikarudy.wordpress.com)


{ 1 komentar... Views All / Post Comment! }

Wahab Saputra mengatakan...

Sepe bener...

Kotak_Pesan_Dunia