Translate Article

Semangat Itu Tetap Ada

Bookmark and Share

Rutinitas kadang melahirkan rasa letih yang luar biasa bagi manusia modern. Tujuan yang belum juga tercapai bisa membuat seseorang merasakan juga yang namanya jenuh. Hidup seperti kata pepatah "Hidup segan mati tak mau". Sehingga dalam keseharian kita sering kehilangan semangat untuk tetap menjalani aktivitas dengan penuh rasa syukur.

Memang harus kita akui bahwa dukungan orang-orang terdekat yang kita sayangi sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kita pada kondisi atau mood yang nyaman dan penuh gairah. Meski kadang keluarga tidak sepenuhnya memberikan support, namun support sejati adalah berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita mungkin jengkel, dendam, marah dengan kondisi yang tidak selaras dengan angan dan impian. Karna itu sikap memaafkan diri sendiri, memberikan support untuk diri sendiri adalah hal terberat yang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi.

Kadang manusia memang harus memberikan pengertian yang mendalam terhadap dirinya, bahwa dalam kehidupan selalu datang dan kemudian pergi dua sisi yang berlawanan, kadang suka dan kadang yang muncul adalah duka yang tidak diharapkan. Kita harus paham bahwa itu adalah rentetan proses alam yang musti dihadapi. Oleh karena itu, agama sering mewanti-wanti agar ketika manusia mendapatkan kesenangan jangan terlalu berlebihan dan ketika mendapatkan kesusahaan pun jangan terlalu larut dalam kesedihan.

Tak ada gading yang tak retak. Seiring berjalannya waktu marilah belajar untuk mengerti dan memahami diri sendiri sebagai modal bagi kita untuk memahami orang lain. Meskipun berjuta momen letih dan jenuh, namun kita tetap harus semangat menjalani kehidupan. Tunjukkan pada orang-orang yang kita sayangi bahwa kita adalah insan yang penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. 


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia