Header Ads

  • Home
  • Berita
  • Bisnis
  • Belanja
  • Gadget
  • Investasi
  • Sekolah
  • Komputer
  • Puisi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Puisi Seharusnya Melahirkan Keindahan - Bukan Sebaliknya Toh?

    Selain pidato Ketua Umum Partai Gerindra H. Prabowo Subianto yang sempat membuat heboh sebagian masyarakat Indonesia, saat ini juga sedang ramai dibicarakan tentang sebuah puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berpotensi menumbuhkan iklim ketidakharmonisan kehidupan beragama di tanah air. Akibat puisi berjudul "Ibu Indonesia" itulah, Sukmawati pun dilaporkan ke pihak kepolisian.

    Puisi berjudul "Ibu Indonesia" tersebut sudah mulai memunculkan reaksi umat Islam sejak bait pertama dibacakan. Dua baris bait pertama puisi yang isinya: "Aku tak tahu Syariat Islam, Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah." jelas sangat tidak elok untuk didengarkan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

    Puisi Seharusnya Melahirkan Keindahan
    Puisi Seharusnya Melahirkan Keindahan,
    Gambar: bangka.tribunnews.com

    Publik pun pasti akan bertanya-tanya, masa sih anak Proklamator sekelas Bung Karno "tidak tahu" tentang syariat Islam? Dan yang lebih terlihat ganjal lagi adalah bahwa kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut adalah bagian dari kosa kata yang lazim digunakan umat Islam di Indonesia dan juga bahasa Arab.
    Sukmawati merupakan putri dari Presiden Pertama RI, Soekarno. Dari Ibu Fatmawati, Sukmawati merupakan anak keempat. Wanita bernama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri ini lahir di Jakarta, 26 Oktober 1951. Sukmawati seharusnya "meneruskan" perjuangan sang ayah Soekarno agar bangsa Indonesia tetap hidup tenteram dengan bermacam-macam agama yang hidup berdampingan dan berbagai adat istiadat yang merupakan kekayaan khas Nusantara. Puisi yang ia bacakan bukannya melahirkan keindahan, kedamaian, dan imajinasi kreatif, tetapi berpeluang besar "menodai" kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

    Namun kini publik dibuat terkejut, dan sebagian besar tentu merasa "tidak terima" dengan karya sastra dalam bentuk puisi yang ia bacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 29 Maret. Puisi tersebut dianggap sejumlah pihak sebagai salah satu bentuk penistaan agama. Mudah-mudahan masalah seperti ini tidak menimbulkan "gejolak yang tidak sehat" dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang saat ini sedang mengharapkan kemakmuran dan perdamaian bisa terus dirasakan oleh seluruh anak bangsa.

    Sumber:
    • http://www.liputan6.com/news/read/3424448/puisi-kontroversi-sukmawati-berujung-polisi
    • http://video.tribunnews.com/view/48757/puisi-kontroversial-sukmawati-soekarnoputri-dikecam-banyak-pihak
    • http://bangka.tribunnews.com/2018/04/03/10-fakta-tentang-sukmawati-soekarnoputri-anak-keempat-presiden-soekarno-yang-puisinya-kontroversi?page=2

    4 komentar

    Nuhan Nahidl mengatakan...

    Siapa sih yang nggak berharap negara tercinta ini makmur. Pasti semua mengharapkan itu.

    Mengenai puisi itu, saya pun agak kurang sreg walaupun pada dasarnya itu hanya seni.

    Tapi apakah seni itu harus saling merendahkan, saya rasa tidak.

    Saya khawatir hal-hal yang heboh belakangan ini adalah salah satu gerakan politik gelap.

    Entahlah, itu hanya pendapat saya saja sih pak.

    Dody Purwanto mengatakan...

    Betul Sobat Nuhan Nahidl, menjelang pilihan presiden 2019 pasti banyak hal-hal heboh yang akan menghiasi pemberitaan berbagai media. Yang penting hati tetap adem, dan tangan tetap berkarya.

    Ella fitria mengatakan...

    Di kantorku dr pagi ngrumpiin ini trs. Kl aku sih nggak begitu terpengaruh, hhh
    Tetep adem ayem aja ni ati, berharap semoga semesta pun adem ayem meskipun ada puisi yg bikin agak panas (org2 tertentu) wkwkwk

    Dody Purwanto mengatakan...

    Aamiin. Semoga tetep adem ayem suasana masyarakat. Yang penting bisa terus update artikelnya. Hehehe....