Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses. Tampilkan semua postingan

Resep Sukses Adalah Prioritaskan Kebutuhan

Admin Oktober 30, 2014 1 Comment

Salam Sukses Selalu...
Seorang pakar keungan Safir Senduk mengatakan bahwa keinginan itu sifatnya tak terbatas, sedangkan kebutuhan itu selalu ada batasnya. Misalnya, kita tiba-tiba merasa sangat lapar, maka kebutuhan kita adalah makanan. Tak perlu harganya mahal, yang penting memenuhi standar gizi yang dibutuhkan tubuh manusia.

Beda lagi ketika kita tiba-tiba kepingin makan seafood di sebuah restoran terkenal, yang selain rasanya lezat harganya juga mahal, nah...yang seperti itu namanya memenuhi keinginan bukan kebutuhan. Karena, belum tentu pada saat sedang menyantap seafood tersebut kita sedang merasakan lapar.

Banyak manusia di muka bumi ini sulit meraih  kesuksesan hidup karena lebih memprioritaskan keinginan. Karena sifatnya tak terbatas, keinginan lebih sukar untuk diwujudkan. Seharusnya kita lebih memprioritaskan kebutuhan agar tidak menyesal di kemudian hari. Boleh-boleh saja memenuhi keinginan, tetapi coba kita cek list dulu apakah kebutuhan kita sudah terpenuhi (ter-manage dengan baik) atau belum.

Hidup Untuk Makan

Admin Oktober 22, 2014 1 Comment


Salam Sukses Selalu...
Sejak zaman nabi Adam sampai sekarang, manusia memiliki insting yang unik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik itu kebutuhan pangan, sandang, maupun kebutuhan akan tempat berteduh yang nyaman bagi keluarga kita. Insting alami manusia itu kini teracak-acak dengan hadirnya sistem ekonomi berbasis uang yang dianut oleh 99 persen penduduk bumi. Walaupun ada beberapa kelompok masyarakat dari etnis unik tertentu yang mampu bertahan hidup dan mampu mempertahankan adat istiadat warisan leluhur mereka.

Sistem ekonomi berbasis uang telah merubah pola pikir, cara pandang masyarakat kita terhadap kehidupan. Bahkan beberapa hal yang sebenarnya merupakan anugerah terbesar bagi manusia menjadi kabur baik makna maupun esensinya. Manusia modern sudah tidak menghargai anugerah-anugerah besar itu karena terlalu sibuk “menghambakan” diri pada uang. Filosofi "Makan Untuk Hidup" berubah menjadi "Hidup Untuk Makan". Jadi, rezeki makanan yang kita peroleh bukannya dinikmati untuk menopang kehidupan dan menjalankan aktivitas positif lainnya, namun sebaliknya kita dihujani oleh rutinitas untuk mencari makan.

Mindset "Hidup Untuk Makan" semakin memenjarakan manusia ke dalam tekanan hidup yang tak pernah berujung, seperti “lingkaran setan”, semakin dikejar semakin hampa bak fatamorgana dalam pandangan mata manusia. Kita harus mampu merubah mindset seperti ini. Nikmatilah rezeki atau makanan untuk kehidupan yang lebih berkualitas. Pada dasrnya ini sulit untuk dilakukan, namun pemahaman akan arti kata “bahagia” menjadi titik tolak menuju perubahan yang dimaksud.

Ngantuk Bingit

Admin Oktober 20, 2014 Add Comment

Salam Sukses Selalu...
Beberapa sekolah SMP swasta dari kecamatan Tanjung Priok menghadiri acara seminar pendampingan Kurikulum 2013 yang diselenggarakan di Jubilee School sebagai sekolah induk klaster.

Acara sambutan dari beberapa pejabat yang berwenang lama-kelamaan membuat peserta mulai merasakan kantuk. Ruang pertemuan bernama Hall 8 ini dilengkapi dengan 24 buah AC untuk mendinginkan ruangan. Sambil tenglak-tengkluk saya dan teman-teman mendengarkan ceramah.

Acara ditutup dengan diskusi kelompok dan pengarahan dari Tim Pembimbing. Ada yang aktif berdiskusi, tapi ada yang pasif menjadi pendengar setia. Keakraban mulai tampak dari wajah yang sumringah.

Mother How Are You Today?

Admin Oktober 09, 2014 Add Comment

Ibu...bagaimana kabarmu hari ini?
Terima kasih kami ucapkan atas pelajaran hidup yang begitu mulia. Engkau ajarkan kepada kami kasih sayang tulus dan tak kenal batas waktu. Engkau ajarkan kepada kami bahwa mencintai itu berarti menyebarkan senyum ketulusan, mencintai itu berarti menebarkan bibit-bibit kepedulian, mencintai itu juga berarti menjaga orang yang kita cintai untuk tetap terus merasakan kebahagiaan.

Ibu...bagaimana kabarmu hari ini?
Aku kabarkan pada langit tentang apa yang anakmu ini rasakan. Apa yang aku peroleh saat ini, apa yang sedang anakmu lakukan tidak sebanding dengan hangatnya peluk dan cium Ibu.

Ibu...bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi dan memberikan karunia-Nya kepada Ibu. Ibu selamat pagi...selamat beraktifitas.

Petisi Kejujuran

Admin Oktober 05, 2014 Add Comment

Sabtu, 04 Oktober 2014
Pagi yang cerah mengawali aktivitas sejumlah individu yang ingin merubah nasib hidupnya. Hari ini akan dibeberkan begitu banyak uneg-uneg yang selama ini terpendam oleh sistem kerja yang dibayang-banyangi oleh prasangka, "sindrom kepanikan" yang mengganggu harmonisnya organisasi semi bisnis.

Kekompakkan tim teruji dalam rapat dinas yang diselenggarakan di ruangan kecil yang sedikit membahayakan dari sisi keamanan informasi karena bisa terdengar jelas oleh warga sekitar. Tampaknya tak ada yang peduli akan potensi terbentuknya opini negatif dari warga.

Rekan kerja adalah orang-orang yang begitu berharga bagi perjalanan karir kita. Dia atau mereka sudah berjuang demi sesuap nasi untuk menjaga konsistensi "kemakmuran" yang kita idam-idamkan. Namun, sayangnya ada segelintir pihak yang hanya mengambil untung di tengah kekisruhan. Manusia "oportunis" yang hanya peduli pada dirinya sendiri dan tidak memahami arti kata "setia kawan". Sebuah "Petisi Kejujuran" yang sudah diajukan oleh rekan kerja kita sudah sepatutnya kita dukung.

Terima kasih untuk sahabatku yang sudah berjuang, meski emosi dan harga diri tercabik-cabik, namun apa yang engkau lakukan merupakan kunci terbukanya pintu kesuksesan bersama. Pahlawan yang tak mungkin tertulis namanya dalam buku sejarah anak sekolah.

Komentar Pengunjung