Tampilkan postingan dengan label badai pasti berlalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label badai pasti berlalu. Tampilkan semua postingan

Doaku Untuk Dia

Admin Januari 07, 2015 Add Comment

Laksana gelombang yang menaburkan ayunan angin,
tetesan embun di hati tak pernah surut,
memberikan sensasi rasa yang menerangi segenap ruang batinku...

Tuhan...hari ini aku bersyukur,
hari ini aku bermunajat,
kutitipkan harapan untuk dirinya...

Tuhan...mudahkanlah urusannya,
lapangkanlah hatinya, murahkanlah rizkinya,
sebagaimana Engkau menuntun semut-semut yang berbaris menjemput kasih-Mu menuju ke sinambung semesta,
serasi dengan pergerakan bintang-bintang...

Tuhan...kuingin dia selalu bahagia,
apapun jalah hidup yang menjadi pilihannya,
kuingin terus merasakan tatapan batinnya dengan kemilau yang tak pernah layu...

Tuhan...hamba tak pantas untuk memohon lebih dari ini,
hamba hanya ingin mendengar bahwa dia selalu bahagia,
apapun cara yang Engkau hidayahkan,
apapun hadiah yang akan Engkau anugrahkan kepadanya...

Tuhan...tlah kusembunyikan isyarat hati yang sesungguhnya,
agar tak menyinggung perasaan batinnya,
dan aku berlindung kepada Dzat Yang Maha Mengetahui dari khilaf dan kecerobohan diri....

Akumulasi Masalah

Admin September 29, 2014 Add Comment

Salam Sukses Selalu...
Pembaca dan Sobat Blogger yang baik hati, setiap individu, keluarga, atau organisasi pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan kritis. Ada yang mampu melewatinya dengan baik dan lancar, tetapi ada juga yang tidak berhasil melewatinya.

Pada suatu organisasi, perusahaan, atau institusi formal lainnya, berbagai masalah yang muncul bisa dengan cepat disikapi dengan jitu apabila memiliki sosok pemimpin yang kuat dan handal. Pemimpin yang bijak dalam mengambil keputusan. Tipe pemimpin yang otoriter dan semau gue pasti akan mengalami banyak kegagalan.

Kebetulan di tempat saya bekerja yakni di sebuah sekolah swasta saat ini sedang menghadapi problem yang cukup rumit dan serius. Kebijakan pimpinan dengan menurunkan gaji karyawan memicu reaksi yang cukup keras. Alasan kondisi keuangan yayasan seharusnya bukan dijadikan tolak ukur dalam mengambil kebijakan. Karena yang benar dalam memberikan gaji adalah mengacu pada Upah Minimum Regional (UMR) yang sedang berlaku. Jika gaji karyawan sangat jauh dari kalkulasi UMR pasti akan timbul gejolak. Saya khawatir jika masalah serius ini tidak segera diatasi bisa menimbulkan banyak kerugian.

Selain itu permasalahan lain yang selama ini terjadi pun menjadi semakin muncul dan terlihat jelas seperti luka lama yang terkorek kembali. Sebuah akumulasi masalah yang bertemu dan bertumpuk pada satu titik temu yang menjadi awal dari keruwetan.

Mudah-mudahan saya bisa mengambil hikmah dari masalah di tempat kerja saya ini, dan bisa menjadi pengalaman yang berharga dalam memahami makna kepemimpinan. Bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah namun saya mendapatkan benang merah bahwa seorang pemimpin wajib bijaksana. Karena doa dan dukungan karyawan atau anak buah adalah sumber kekuatan utama sebuah organisasi.

Komentar Pengunjung