Translate Article

Bayangan Dan Cahaya

Bookmark and Share

Mataku tertuju pada satu benda,
di depanku ada sebuah meja,
rajutan nan unik menghiasi rangka tubuhnya...

Terpana aku pada sesuatu dibalik meja,
yang terdiam dan tak mau berbicara,
pada siapa saja yang melihatnya,
sekalipun teriakan panggilmu,
cetar membahana menembus dinding-dinding yang kokoh dan kekar...

Yah...itu adalah sebuah bayangan,
yang slalu setia hidup bersama,
menjalin kasih sayang abadi,
dengan "jasad-jasad" yang mengijinkan dirinya untuk disentuh dan diraba...

Apakah bayangan tercipta hanya untuk menjaga eksistensi cahaya?
Ah...aku rasa tidak!

Bayangan terlahir sebagai anugerah dan isyarat sang Pencipta,
tuk kebaikan makhluk paling mulia di alam semesta...
Siapa lagi kalau bukan manusia?

Dan analogiku telah sampai pada satu pencerahan,
bahwa segala sesuatu akan terlihat jelas dan utuh,
semua rahasia kan tersingkap dalam nafas kesejatian,
termasuk rahasia batinmu dan rahasia batinku...
Maka yang kita butuhkan adalah cahaya...

Lalu, adakah cahaya yang bersumber dan datang dari segala arah?
Adakah cahaya yang tak terhalang,
yang tak bergantung pada ruang dan waktu?

Bayangan dan Cahaya,
dua sisi yang tak pernah terpisahkan...

(Gambar: jonathaniwan.com)


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia