Translate Article

Membunuh Sepi

Bookmark and Share

Ingin "kubunuh" rutinitas yang menjemukan ini,
memaksaku untuk taat pada dilema yang membelah jatidiri,
bahkan seringkali menahan senyuman,
bergumul, bertaut pada pusaran kesombongan yang menampar-nampar arti kehadiranku yang tercipta sebagai makhluk yang nista...

Ingin "kubunuh" sistem amburadul ini,
terbentuk oleh keegoisan yang mencampakkan harga diri,
memutus tali rantai kepedulian,
berpijak pada lintasan yang retak,
karna tergerus oleh badai kemunafikan...

Ingin "kubunuh" sepi,
yang mewabah kesetiap penjuru negri,
menetas pada dinding-dinding yang malu tuk memantulkan warnanya,
disudut-sudut kamar,
bersama isak lembut bidadari-bidadari mungil,
dan mungkin saja mereka sama sekali tak pernah berjumpa dengan bapaknya...

Ingin kubertanya,
Apakah kita memang sudah benar-benar tak berdaya?
Akankan "kezaliman" yang berjamaah ini, mampu dihadapi oleh umat yang tercerai berai?
Benarkah kita tengah berdiri ditepian terdalam dari jurang-jurang kehancuran, bergerak perlahan tanpa kita sadari???

Ingin "kubunuh" sepi yang menggelayut manja dihati....

[Sungai Bambu, 21 Februari 2015, 15:49]

(Gambar:sang-makna-kedua.blogspot.com)


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia