Tampilkan postingan dengan label Angin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angin. Tampilkan semua postingan

Angin Berduri

Admin Februari 20, 2015 Add Comment

Engkau datang seperti angin yang berduri,
semilir wangimu sempat membuat ku terlena,
hembusan manjamu sejenak menutup gundahku,
pada mendung yang menahan gerimis tuk membasuh kerinduan,
yang bersembunyi dibalik lelucon hangat yang bersenandung,
temani kesunyian bersama secangkir kopi pelipur lara...

Tetapi sesaat kemudian,
semilir itu semakin menyayat-nyayat kesabaranku,
dan hembusan itu berubah menjadi panah-panah api yang membakar ketegaranku...

Sejenak kurasakan tulang-tulang yang lemas tak berdaya,
detak-detak yang tak beraturan,
nafas yang meronta-ronta,
bahkan bibirku pun seolah enggan tuk menari-nari...

Kucoba tuk melirik pada sang waktu,
agar mau merapatkan kesenjangan,
antara senja di pelupuk matamu dan subuh di tengah keningku,
namun apalah daya,
sedetikpun ia tak sudi menyapa apalagi tersenyum...

Ingin kubelai kemilau rambut indah itu,
ingin kukecup kening dan mendekapmu dalam kesahajaan,
namun ragamu kurasa terlalu jauh,
dan hanya dengan bersama angin berdurilah dapat kugenggam kerinduan ini....

(Gambar:frezizcadila.blogspot.com)

Special Moment In The Busway

Admin Januari 04, 2015 Add Comment

Tuhan...Tuhan Yang Maha Esa,
tak ada kata yang pantas kuucapkan,
selain senandung syukur dan pujian,
menyambut pagi yang Engkau nobatkan sebagai awal dari seribu kebaikan,
yang senantiasa Engkau anugrahkan,
sebagai bentuk kasih sayang sejati dan abadi,
bagi seluruh insan...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Memelihara,
Engkau tlah menjaga nafasku untuk tetap memujaMu,
saat angin pantura mendekap erat raga dan lamunanku...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Memberi,
terima kasihku atas keajaiban yang Engkau berikan dalam beberapa hari yang lalu,
sebagai penguat keyakinanku,
bahwa "Kun Fayakun-Mu itu adalah nyata,
dan mempertebal ghirohku,
bahwa Engkau selalu ada...

Dan...karena nikmat-Mu,
di dalam Busway jurusan Kalideres-Pulogadung ini,
kurasakan tidur yang begitu nikmat,
15 menit yang bertahun-tahun aku tunggu,
sekejap namun berkesan...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Menciptakan,
aku ingin bercerita tentang seorang manusia dari golongan hawa,
sosok yang begitu mempesona,
yang memiliki "energi" yang begitu besar,
sampai-sampai tanganku menjadi bergetar,
saat kucoba tuk menyentuh "energi" itu...

Tuhan...
Jujur kuakui, aku sangat "membutuhkan" dia...
Bukan raganya yang ingin kumiliki,
bukan pula kecantikan fisiknya yang ingin kugenggam...

Tuhan...
Jika "takdirnya" tak dapat berjabat tangan dengan "takdirku",
akankah ada "sosok" pengganti?
Ampuni aku, jika menurut-Mu ini adalah pertanyaan berdosa...
(Ihdinii Yaa Kafii....)

Komentar Pengunjung