Translate Article

Special Moment In The Busway

Bookmark and Share

Tuhan...Tuhan Yang Maha Esa,
tak ada kata yang pantas kuucapkan,
selain senandung syukur dan pujian,
menyambut pagi yang Engkau nobatkan sebagai awal dari seribu kebaikan,
yang senantiasa Engkau anugrahkan,
sebagai bentuk kasih sayang sejati dan abadi,
bagi seluruh insan...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Memelihara,
Engkau tlah menjaga nafasku untuk tetap memujaMu,
saat angin pantura mendekap erat raga dan lamunanku...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Memberi,
terima kasihku atas keajaiban yang Engkau berikan dalam beberapa hari yang lalu,
sebagai penguat keyakinanku,
bahwa "Kun Fayakun-Mu itu adalah nyata,
dan mempertebal ghirohku,
bahwa Engkau selalu ada...

Dan...karena nikmat-Mu,
di dalam Busway jurusan Kalideres-Pulogadung ini,
kurasakan tidur yang begitu nikmat,
15 menit yang bertahun-tahun aku tunggu,
sekejap namun berkesan...

Tuhan...Tuhan Yang Maha Menciptakan,
aku ingin bercerita tentang seorang manusia dari golongan hawa,
sosok yang begitu mempesona,
yang memiliki "energi" yang begitu besar,
sampai-sampai tanganku menjadi bergetar,
saat kucoba tuk menyentuh "energi" itu...

Tuhan...
Jujur kuakui, aku sangat "membutuhkan" dia...
Bukan raganya yang ingin kumiliki,
bukan pula kecantikan fisiknya yang ingin kugenggam...

Tuhan...
Jika "takdirnya" tak dapat berjabat tangan dengan "takdirku",
akankah ada "sosok" pengganti?
Ampuni aku, jika menurut-Mu ini adalah pertanyaan berdosa...
(Ihdinii Yaa Kafii....)



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia