Tampilkan postingan dengan label Sambel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambel. Tampilkan semua postingan

Warung Pecel Lele Laris Manis

Admin Maret 19, 2015 1 Comment

Siapa yang tak doyan dengan makanan yang satu ini. Selain harganya yang sangat terjangkau, pecel lele masih menjadi pilihan favorit banyak orang sebagai menu sehat dan bergizi bagi keluarga. Selain gurih dan lezat, lele mengandung protein yang mempercepat pertumbuhan fisik seseorang.

Jumlah warung pecel lele termasuk yang paling banyak dan tersebar hampir di semua pusat keramaian atau pusat bisnis di seluruh nusantara terutama pulau Jawa. Di kota-kota besar seperti Jakarta, warung pecel lele sangat mudah kita temukan di sepanjang jalan pada wilayah padat penduduk.

Tak jauh dari rumah saya, tepatnya di depan RSP Firdaus Sukapura-Jakarta Utara ada sebuah warung pecel lele yang laris manis dan selalu dibanjiri pengunjung. Meski lokasi warung pecel lele ini sebelumnya pernah digusur, namun jumlah pelanggannya semakin hari semakin meningkat. Bahkan ketika saya ingin memesan menu tahu goreng, saya harus gigit jari karena menu tersebut cepat sekali habis.

Memang, usaha warung pecel lele masih menjadi primadona. Sebuah pilihan bisnis yang masuk akal mengingat animo masyarakat cukup tinggi. Usaha warung pecel lele ini juga menguntungkan peternak ikan lele yang tersebar di pulau Jawa.

Menurut perkumpulan peternak lele di Banyumas-Jawa Tengah, mereka belum bisa memenuhi banyaknya permintaan ikan lele, terutama untuk memasok kota Bandung dan Jakarta yang masih kekurangan ratusan ton ikan lele.

Apalagi saat musim banjir tiba, permintaan bibit lele dari peternak ikan lele di Jawa Barat membludak sehingga peternak ikan lele di Banyumas terpaksa membeli bibit ikan lele dari kabupaten tetangga yang harganya lebih mahal. Meski tidak menimbulkan kerugian yang cukup signifikan, namun berakibat mundurnya waktu panen ikan lele.
Hemm...bisa Anda bayangkan berapa jumlah uang yang beredar dari warung pecel lele dan ternak ikan lele ini?

(Warung Pecel Lele Depan RSP Firdaus)

Sambel Tempe Kedelai Hitam

Admin Januari 04, 2015 Add Comment

Hemm...maknyuss tenan. Itu adalah kalimat yang sangat pas untuk menyatakan kelezatan makanan yang berbahan dasar tempe ini. Dan seperti yang sudah kita ketahui, tahu dan tempe merupakan makanan "keramat" bagi masyarakat Indonesia. Karena dua jenis makanan tersebut bisa dikategorikan makanan abadi bagi bangsa Indonesia, selalu ada disetiap zaman.

Nah...sambel tempe yang satu ini berbeda dengan sambel tempe pada umumnya. Yang membedakan sambel tempe ini adalah bahan dasarnya yang terbuat dari tempe kedelai hitam, kemudian sebagai sumber rasa pedas sambel tempe ini menggunakan lombok ijo yang diiris memanjang dan serong. Kalau Anda pernah mencicipi rempeyek kedelai hitam yang gurih dan menggigit rasanya, rasa yang ditawarkan sambel tempe kedelai hitam ini jauh lebih gurih dan legit. Apalagi jika kita adalah kategori manusia Indonesia pecinta pete, maka potongan pete yang dicampurkan pada sambel tempe ini akan menguatkan citarasa dan tentu saja memberikan kepuasan kuliner yang tiada bandingannya.

Oh ya...sambel tempe kedelai hitam yang saya maksudkan ini, hanya dapat kita jumpai di sebuah desa bernama Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas. Sebuah desa yang terletak di kaki gunung Slamet sebelah barat, yang menawarkan potensi alam pegunungan yang sangat eksotis dan sejuk. Bahkan, dari desa ini kita bisa menyaksikan dengan jelas percikan lava pijar gunung Slamet ketika sedang meletus. Dan Alhamdulillah, meskipun beberapa kali sempat meletus, gunung Slamet InsyaAllah tak membahayakan penduduk yang bermukim di sekitar gunung ini.

Hemm...kembali ke sambel tempe kedelai hitam tadi. Saya sebagai wong Banyumas juga baru tahu makanan khas desa Dawuhan Kulon ini beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya saya sempat tak tertarik dengan makanan ini, tapi setelah beberapa kali mengkonsumsinya akhirnya saya mulai jatuh cinta pada makanan ini. Nah...jika Anda penasaran dengan makanan ini, Anda hanya dapat mencicipi masakan lezat ini dengan berkunjung langsung ke rumah penduduk yang tinggal di desa Dawuhan Kulon, karena bahan dasar masakan ini jarang sekali dijual di pasar.

Komentar Pengunjung