Tampilkan postingan dengan label dinas pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinas pendidikan. Tampilkan semua postingan

Workshop Pencairan Kartu Jakarta Pintar 2015

Admin Mei 21, 2015 Add Comment
(Workshop Pencairan Kartu Jakarta Pintar 2015)

Bertempat di SMKN 56 Jakarta, hari ini tengah dilaksanakan Workshop Pencairan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Tahun 2015 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajarannya, Direktur Bank DKI, Kepala Sekolah dan Pengawas SD sampai SMA/SMK.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pemerintah daerah DKI Jakarta mengalokasikan anggaran daerah sebesar 1,9 triliun untuk sekitar 498.500 peserta didik yang disaring melalui sistem pemasukan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Anggaran sebesar ini terbilang meningkat sampai 280 persen dibanding tahun sebelumnya.

Rapat Persiapan UN 2015 SMP

Admin April 27, 2015 Add Comment
(Rapat Persiapan Ujian Nasional 2015 Tingkat SMP)

Hari ini Senin, 27 April 2015, kepala SMPN/S se-Sub Rayon 03 yang meliputi Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Pademangan, Kecamatan Tanjung Priok menghadiri acara Rapat Koordinasi UN 2015 tingkat SMP di SMP Negeri 34, Jl. Pademangan Timur VII Jakarta Utara yang dimulai pukul. 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara Bapak Drs. Mustafa Kemal, M.MPd. sekaligus sebagai pengarah peserta rapat persiapan UN 2015 SMP yang akan dilaksanakan mulai tanggal 04 Mei 2015 sampai dengan 07 Mei 2015.

Dalam rapat persiapan UN 2015 SMP ini dijelaskan mengenai hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional 2015 SMP agar dapat dilaksanakan dengan lancar dan tanpa kendala. Rapat ini juga memberikan motivasi kepada Kepala Sekolah SMP Negeri maupun SMP Swasta yang bernaung di wilayah Jakarta Utara agar bisa meningkatkan kualitas peserta didik yang akan melaksanakan Ujian Nasional 2015 SMP pada Senin pekan depan.

Rapat persiapan dan koordinasi Ujian Nasional 2015 SMP ini membahas pula tentang surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bernomor 33/SE/2015 tanggal 23 April 2015 yang menegaskan tentang informasi yang berkaitan dengan dinamika peserta didik pasca pelaksanaan ujian nasional. Surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta itu berisi antara lain agar Kepala Sekolah membantu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam:
  1. Melaksanakan pengendalian dan pemantauan terhadap peserta didik untuk tidak melakukan tradisi konvoi disertai aksi corat-coret, tawuran, pesta/perayaan, narkoba, bullying serta aktifitas yang tidak sesuai dengan norma-norma agama serta etika, moral, maupun susila;
  2. Tidak melakukan pungutan kepada peserta didik dan/atau orang tua peserta didik baik langsung maupun tidak langsung dengan dalih apapun juga;
  3. Pelanggaran atas ketidakpatuhan akan mendapatkan sanksi tegas sesuai dengan komitmen pakta integritas dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Menurut Kasudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara dalam acara rapat persiapan Ujian Nasional 2015 SMP mengatakan bahwa point nomor dua surat edaran tersebut berlaku ketat untuk SMP Negeri. Untuk SMP Swasta masih boleh menarik biaya dari orang tua siswa dengan batas yang wajar dan tidak terlalu memberatkan orang tua peserta didik. Hal ini mengingat bahwa sekolah-sekolah swasta belum sepenuhnya dibantu oleh pemerintah dan masih harus membiayai aktifitas belajar secara mandiri.

Kegelisahan Operator Sekolah

Admin Oktober 02, 2014 Add Comment
Salam Sukses Selalu....
Pembaca dan Sobat Blogger yang baik hati, cukup melelahkan perjalanan saya hari ini menuju ke daerah Jakarta Selatan untuk melakukan perbaikan data sekolah. Teman-teman sesama operator sekolah baik negeri maupun swasta harus merelakan waktu dan tenaga untuk memproses data simdik yang harus diselesaikan.

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini banyak operator sekolah yang merasa gelisah karena pekerjaan input dan updating data menjadi semakin berat. Kami harus mengerjakan lebih dari satu aplikasi data sekolah, yakni Simdik, Dapodik, Datadik, Padamu Negeri, dan lain-lain. Bisa Anda bayangkan bagaimana buruknya penerapan sistem komputerisasi di dunia pendidikan yang menurut kami sangat tidak efektif dan cenderung memberatkan operator sekolah. Padahal dalam sistem berbasis komputer yang benar menyatakan bahwa aplikasi yang baik adalah aplikasi yang bisa digunakan dan diakses oleh banyak pihak alias cukup satu aplikasi tetapi bisa digunakan semua pihak seperti Dinas, Kanwil, maupun Kemendikbud.

Nah...yang terjadi sekarang adalah masing-masing pihak membuat aplikasi sendiri-sendiri yang semuanya harus diinput dan diupdate setiap saat. Padahal jumlah siswa sekolah itu tidak sedikit, bisa ratusan sampai seribuan siswa dalam satu sekolah. Kejadian ini semakin menambah kekecewaan operator sekolah ketika honor yang diberikan tidak sesuai dengan beban kerja yang terbilang sangat berat. Dan banyak operator sekolah yang gelisah dengan sistem seperti ini. Termasuk proses pengajuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dibebankan kepada sekolah secara administratif tetapi pemda DKI Jakarta tidak mengganggarkan honor khusus bagi operator sekolah untuk mengurus administrasi KJP. Sungguh suatu kebijakan yang cukup menindas atau istilahnya penjajahan model baru. Jadi kami dipaksa untuk mengerjakan sesuatu tanpa diberikan honor yang layak. Padahal di banyak negara maju tenaga manusia sangat dihargai berbeda dengan Indonesia yang semena-mena terhadap tenaga kerja atau karyawan.

Kita berharap hal seperti ini akan berakhir. Artinya pemerintah menghargai bahwa kerja operator itu berat dan harus diimbangi honor yang layak. Bagi para operator sekolah kebijakan-kebijakan pemerintah di dunia pendidikan yang berkaitan dengan manajemen data merupakan salah satu bentuk penindasan terselebung.

5 Jam Di Jalanan

Admin Juni 16, 2014 Add Comment

Salam Sukses Selalu ....
Pembaca dan Sobat Blogger yang budiman, hari ini cuaca kota Jakarta cerah berawan. Saya dan teman kerja saya yang biasa dipanggil Fey berangkat menuju gedung Dinas Pendidikan provinsi DKI Jakarta yang terletak di jalan gatot subroto.

Kami berangkat dari Sungai Bambu, Tanjung Priok jam setengah delapan dan sampai jam setengah sepuluh pagi. Rencananya saya dan teman saya Fey akan mengantarkan berkas-berkas akreditasi sekolah.

Kondisi jalanan dari Yos Sudarso sampai jatinegara cukup lancar, namun setelahnya kondisinya jauh berbeda. Kami juga disambut segerombolan massa pendukung capres Jokowi yang bersiap-siap untuk melakukan kampanye. Memang pekan ini masing-masing capres sibuk mencari simpati dan dukungan masyarakat.

Setelah selesai dengan pengiriman berkas, kami berangkat lagi menuju SMKN 56 Jakarta yang beralamat di daerah Pluit. Perjalanan dari Dinas Pendidikan menuju SMKN 56 Jakarta sangat melelahkan karena bertepatan dengan waktu dzuhur dengan panas yang begitu menyengat. Selama dua jam perasaan kami seperti roti yang terpanggang di oven selama 2 jam lebih.

Setelah mengantar temanku dan makan siang dengan nadang alias nasi padang aku segera pulang menuju rumah. Alhamdulillah hari ini sebagian tugas tuntas walau rasa panas dan penat belum juga hilang.

Komentar Pengunjung