Tampilkan postingan dengan label Cincin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cincin. Tampilkan semua postingan

Back To Rawa Bening III

Admin Mei 22, 2015 Add Comment
Kamis siang kemarin keramaian di Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur kembali bergeliat. Pecinta batu akik dan batu mulia sangat sibuk memilih berbagai jenis batu yang mereka cari. Meskipun panas mentari terasa menyengat kulit, namun hati dan pikiran para akik lovers ini serasa adem begitu memandang kilauan batu akik.

(Meski terik matahari sangat menyengat tapi tetap semangat) 

Selain menyediakan bahan batu akik, kita juga dapat memilih batu akik yang sudah dipoles tetapi belum diikat embannya. Kita mesti jeli dan teliti memilih jenis batu yang benar-benar asli. Karena diantara batu-batu yang dijual seharga 10 ribu rupiah per biji ini ada beberapa batu sintetis yang bisa dikenali dari bentuknya seperti ada bekas cetakan di bagian belakangnya.


(Lapak Bahan Batu Akik)

Nah...untuk mendapatkan batu yang lebih bagus lagi tentu saja harganya lebih mahal. Namun jangan khawatir karena terkadang dengan uang sebesar 50 ribu rupiah kita akan mendapatkan batu yang sudah dipoles sebesar ukuran liontin berdiameter sekitar 3.5 cm. Membeli batu yang sudah dipoles bisa memperkecil biaya pembelian batu akik. Teliti dan jeli dalam membeli adalah tips yang musti diperhatikan dalam membeli batu akik.

(Parkiran Sepeda Motor Mendulang Rupiah di Rawa Bening)

(Menjual Batu Yang Sudah Jadi di Rawa Bening)

(Memilih Emban/Ring Yang Sesuai Selera)

Sebening Mutiara

Admin November 29, 2014 Add Comment

Sungguh tak pernah kutemui,
wanita secantik dirimu...
Pada kelembutan yang engkau tawarkan,
begitu teduh sejauh mata memandang,
sejuk bagaikan pagi yang bergelimang embun,
sehangat pertemuan pertamaku dalam kehangatan mentari di pagi hari...

Sungguh tak pernah kutemui,
wanita secerdas dirimu...
Tutur katamu yang bijak,
sadarkan aku dari lamunan tak berujung,
pada khayalan yang kehilangan arah dan jalan tuk kembali pulang...

Meski harus dengan menggenggam duri ditanganmu,
namun tak kulihat sedikitpun rintih kesakitan...

Panasnya hari tak menggoyahkan semangatmu,
lalui titian demi titian,
menuju senja yang berwajah sinis,
menerobos hawa dingin malam,
melawan lelah sembari mengikis rasa dendam...

Berjuta makian kau balas dengan senyuman,
beribu prasangka kau tepis dengan salam persahabatan,
dan berpuluh fitnah kau halau dengan doa keselamatan...

Kau adalah cerminan sifat-sifat Sang Rahman,
yang tak pernah berhenti mencurahkan lautan kasih sayang,
dan tak akan pernah pergi meninggalkan sahabat yang dirundung kesepian...

Dan tak mungkin kutahan lagi,
tuk mengatakan bahwa...
hatimu sebening mutiara.....

(Gambar: forumjualbeli.com)

Maaf Cincin Ini Bukan Untukmu

Admin November 06, 2014 1 Comment

Semilir angin pantai tak sesejuk malam kemarin,
tarian ilalang tak semerdu musim yang lalu,
bukanlah angin yang padamkan nyala api lilin,
bukan pula petir yang bagunkan tidurmu...

Aku hanya ingin mengatakan...
"Maaf Cincin ini bukan untukmu..."

Kisah kita memang belum genap satu bab,
namun penaku hilang ditelan waktu,
dan engkau pun tahu,
kuhanya bisa menulis dengan pena itu...

Hentikan isak tangismu,
begitu mudah kau menangis dihadapanku,
namun begitu sulit kau menangis dihadapan Pencipta mu...

Dan sekali lagi aku katakan...
"Maaf Cincin ini bukan untukmu..."

(Gambar: Brilliance.com)

Komentar Pengunjung