Tampilkan postingan dengan label rawa bening. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rawa bening. Tampilkan semua postingan

Back To Rawa Bening III

Admin Mei 22, 2015 Add Comment
Kamis siang kemarin keramaian di Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur kembali bergeliat. Pecinta batu akik dan batu mulia sangat sibuk memilih berbagai jenis batu yang mereka cari. Meskipun panas mentari terasa menyengat kulit, namun hati dan pikiran para akik lovers ini serasa adem begitu memandang kilauan batu akik.

(Meski terik matahari sangat menyengat tapi tetap semangat

Selain menyediakan bahan batu akik, kita juga dapat memilih batu akik yang sudah dipoles tetapi belum diikat embannya. Kita mesti jeli dan teliti memilih jenis batu yang benar-benar asli. Karena diantara batu-batu yang dijual seharga 10 ribu rupiah per biji ini ada beberapa batu sintetis yang bisa dikenali dari bentuknya seperti ada bekas cetakan di bagian belakangnya.


(Lapak Bahan Batu Akik)

Nah...untuk mendapatkan batu yang lebih bagus lagi tentu saja harganya lebih mahal. Namun jangan khawatir karena terkadang dengan uang sebesar 50 ribu rupiah kita akan mendapatkan batu yang sudah dipoles sebesar ukuran liontin berdiameter sekitar 3.5 cm. Membeli batu yang sudah dipoles bisa memperkecil biaya pembelian batu akik. Teliti dan jeli dalam membeli adalah tips yang musti diperhatikan dalam membeli batu akik.

(Parkiran Sepeda Motor Mendulang Rupiah di Rawa Bening)

(Menjual Batu Yang Sudah Jadi di Rawa Bening)

(Memilih Emban/Ring Yang Sesuai Selera)

Bacan Oh Bacan

Admin Mei 09, 2015 1 Comment
(Bahan Bacan, Foto:jualbelisegalarupa.blogspot.com)

Sabtu siang keramaian di kampung batu Rawa Bening Jatinegara semakin terlihat. Usaha sewa tempat parkir di sekitar daerah ini pun cukup menguntungkan dengan biaya parkir antara 3000 rupiah sampai dengan 5000 rupiah dan tidak ada hitungan jam.

Saat berjalan-jalan sambil melihat batu saya sempat melihat seorang wanita cantik sedang memilih-milih bahan batu. Jemari si wanita cantik tersebut begitu lihai dan terlihat asyik mengelus-elus sebuah bahan batu red borneo yang kini mulai digemari pecinta batu akik. Saya berkata pada teman saya:"Nah...! Ini baru mantap!!! Rupanya kini banyak juga kaum wanita yang hobi mengkoleksi batu akik. Cukup menarik dan membuat saya tersenyum-senyum.

Wanita sudah mulai banyak yang menggemari batu akik
(Wanita sudah mulai banyak yang menggemari batu akik)

Dibalik keramaian di Rawa Bening ini, saya bisa melihat sendiri besarnya keinginan para akik lovers untuk membeli bahan batu bacan. Tetapi sayang mereka hanya bisa kecewa lantaran susah sekali mencari bahan batu bacan yang bagus namun dengan harga yang terjangkau. Bisa kita bayangkan, harga bahan batu bacan ukuran 1 cm dijual dengan harga sekitar 150 ribuan, namun bahan seperti ini mudah retak dan jarang yang berhasil dijadikan cincin.

(Rawa Bening di hari Sabtu Siang)

Sementara itu, untuk bahan batu bacan doko yang agak lumayan yakni sudah dalam bentuk daging ukuran 2 cm dijual dengan mahar sekitar 1 juta rupiah. Bagi masyarakat kecil yang hobi batu akik, harga bahan bacan seperti itu tentu sangat memberatkan. Akhirnya banyak yang mengurungkan niatnya untuk membeli bahan batu bacan. Karena mereka berpikiran buat apa punya batu bacan tetapi kualitasnya kurang bagus. Bacan Oh Bacan.

Batu Akik Badar Besi

Admin Mei 07, 2015 1 Comment
(Bahan Batu Badar Besi Menempel Jika Didekatkan Ke Magnet)

Bahan yang saya buat kali ini adalah bahan batu badar besi hasil peburuan saya di Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Saat belum menjadi bentuk cincin, bahan batu ini terlihat kurang menarik motifnya. Namun, tak disangka setelah batu ini diolah, hasil yang didapatkan sungguh sangat menakjubkan. Motif putih dikombinasikan dengan motif hijau seperti bening berair menjadikan batu badar besi ini terlihat sangar dan gahar saat dikenakan di jari tangan.

Saat dites menggunakan handphone Android dengan kualitas layar sentuh yang rendah, ternyata batu ini bisa menggerakan kunci layar yang biasanya muncul saat pertama kali tombol handphone disentuh. Hal ini jarang terjadi dengan batu akik atau batu cincin lainnya yang pernah saya buat. Luar biasa sekali kualitas "energi" yang ada pada batu cincin badar besi ini.
 
(Cincin Batu Badar Besi Yang Sudah Jadi)  

Back To Rawa Bening II

Admin Mei 06, 2015 Add Comment
 (Jumlah Pengunjung Di Rawa Bening Semakin Banyak)

Pada hari Selasa, 05 Mei 2015 adalah kali ketiga saya berkunjung ke Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Kali ini saya mengajak salah seorang teman saya yang merupakan seorang penjaga sekolah asal Ciamis, Jawa Barat. Lelaki yang gemar makan lalapan dan sambel pete ini ternyata terjangkit juga virus batu akik yang sekarang sedang digandrungi masyarakat Indonesia.
 
 (Bang Mumun Mulai Tergila-gila Pada Batu Akik)

Teman saya ini tampak bingung dan kaget saat pertama kali melihat puluhan pedagang batu yang menjual berbagai jenis bahan batu yang masih dalam bentuk bongkahan (rough) dari berbagai daerah di tanah air. Kali ini saya dan dan teman saya membeli bahan batu Pancawarna Ternate, bahan batu Badar Besi Black Jade, dan bahan batu bio solar Aceh.

Jika Anda sudah sering ke tempat-tempat penjualan bahan batu seperti ini, Anda akan lebih lihai dalam menawar harga batu. Atau Anda dapat menggunakan trik saya yakni dengan menunggu pembeli lain sambil menerawang batu dengan senter. Anda harus percaya diri dan jangan terlihat seperti orang yang baru pertama kali membeli batu.

Berbelanja bahan batu akik memang terbukti lebih memuaskan. Selain mendapatkan hasil olahan cincin batu akik yang lebih baik, mengikuti proses pengolahan batu akik dari awal sampai akhir merupakan salah satu aktivitas yang paling menyenangkan. Biaya yang dikeluarkan pun relatif lebih murah bila dibandingkan membeli batu akik yang sudah jadi. Walaupun kadang memang batu akik yang sudah jadi memiliki kualitas yang tidak mengecewakan.
 
(Bahan Batu Badar Besi Black Jade

Back To Rawa Bening I

Admin Mei 01, 2015 3 Comments
Dibawah pancaran panasnya sinar matahari menjelang jam 11 siang, saya dan teman saya datang lagi mengunjungi Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Ini adalah kesempatan kedua saya untuk berburu bahan batu akik karena batu akik yang saya buat masih terbilang sedikit jumlahnya dan saya menjadi semakin ketagihan dan merasakan keasyikkan membuat batu akik sendiri. Ketimbang membeli batu akik yang sudah jadi, membuat batu akik sendiri lebih memuaskan karena kita jadi tahu proses pengolahan batu akik dari awal sampai akhir. Sehingga, ketika sebuah batu akik telah rampung dibuat kita akan merasa takjub melihat keindahan batu akik yang buat sendiri. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan juga sangat murah dibandingkan kita membeli batu akik yang sudah jadi.

(Dibawah Jam 12 Siang Lapak Penjual Batu Masih Sepi)

Suasana lapak penjual bahan batu akik terlihat masih sepi dibawah jam 12 siang. Biasanya para pecinta batu akik ini akan datang selepas jam makan siang atau akan mulai ramai menjelang jam 3 sore. Untuk penjual batu yang lapaknya berada di pinggir jalan, biasanya akan menutup lapaknya menjelang azaz Maghrib dan lapak yang digunakan untuk berjualan bahan batu akik akan berubah menjadi warung tenda yang menjual berbagai macam sajian kuliner seperti pecel lele, ayam bakar, sea food, dan yang lainnya. Namun, untuk pedagang batu yang sudah menyewa lapak semi permanen, dapat menjual bahan batu akik sampai malam hari yang tentu saja lebih ramai dibanding siang hari.

(Penjual Batu Bongkahan Besar)

Batu bongkahan besar sangat menarik untuk dilihat. Dengan membeli batu bongkahan besar kita akan mendapatkan harga yang lebih murah karena tidak ada biaya pemotongan yang dimasukkan ke dalam harga jual batu. Jika kita jeli dan teliti dalam memilih batu bongkahan besar seperti ini, kita akan mendapatkan bahan batu akik kualitas super yang bersih dari kapur dan memiliki warna serta motif yang indah. Dengan demikian bahan batu tersebut bisa menghasilkan batu akik yang berkualitas bagus.

(Cairan Pembersih Kapur Pada Batu Akik)

Bagi Anda yang memiliki batu akik yang masih mengandung kapur, Anda dapat menghilangkannya dengan cairan penghilang atau pembersih kapur pada batu akik yang sudah banyak dijual di kampung batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur ini. Namun, kita harus berhati-hati dalam memilih produk cairan pembersih batu kapur karena ada juga penjual nakal yang menjual cairan pembersih kapur yang palsu atau yang kualitasnya abal-abal. Lebih baik kita mengeluarkan biaya lebih daripada mendapatkan harga murah tetapi tidak bermanfaat untuk membersihkan kapur pada batu akik.

(Minum Es Buah Sambil Nonton Orang Ngasah Batu Akik)

Berjalan-jalan di area kampung batu Rawa Bening ini sangat melelahkan bagi saya dan teman yang sudah dua jam berkeliling memilih dan melihat bahan batu akik. Tiba saatnya bagi kami untuk beristirahat sejenak sambil menikmati segarnya es buah sambil nonton akik lovers yang sedang memotong dan mengasah batu agar menghasilkan batu akik yang memuaskan.

(Bahan Batu Akik Pancawarna, NogoSui, dan Jasper Merah)

Perjalanan kami ditutup dengan mendatangi lapak batu akik pancawarna yang berasal dari daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Purbalingga merupakan kabupaten yang letaknya tidak jauh dari kampung saya di Purwokerto. Daerah Purbalingga ini terkenal dengan batu akik pancawarna klawing dan nogosui. Selain itu sekarang muncul varian baru batu akik asal Purbalingga, yakni batu Jasper Chacedony atau batu Telur Kodok yang mulai naik daun karena motif dan warnanya yang indah menyerupai telur kodok. Batu Telur Kodok ini semakin mengokohkan daerah Purbalingga, Jawa Tengah sebagai penghasil batu akik atau batu mulia yang unik.

Komentar Pengunjung