Header Ads

test
  • Home
  • Berita
  • Bisnis
  • Belanja
  • Gadget
  • Game
  • Investasi
  • Sekolah
  • Komputer
  • Puisi
  • Privacy Policy
  • Wisata
  • Back To Rawa Bening I

    Dibawah pancaran panasnya sinar matahari menjelang jam 11 siang, saya dan teman saya datang lagi mengunjungi Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Ini adalah kesempatan kedua saya untuk berburu bahan batu akik karena batu akik yang saya buat masih terbilang sedikit jumlahnya dan saya menjadi semakin ketagihan dan merasakan keasyikkan membuat batu akik sendiri. Ketimbang membeli batu akik yang sudah jadi, membuat batu akik sendiri lebih memuaskan karena kita jadi tahu proses pengolahan batu akik dari awal sampai akhir. Sehingga, ketika sebuah batu akik telah rampung dibuat kita akan merasa takjub melihat keindahan batu akik yang buat sendiri. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan juga sangat murah dibandingkan kita membeli batu akik yang sudah jadi.

    (Dibawah Jam 12 Siang Lapak Penjual Batu Masih Sepi)

    Suasana lapak penjual bahan batu akik terlihat masih sepi dibawah jam 12 siang. Biasanya para pecinta batu akik ini akan datang selepas jam makan siang atau akan mulai ramai menjelang jam 3 sore. Untuk penjual batu yang lapaknya berada di pinggir jalan, biasanya akan menutup lapaknya menjelang azaz Maghrib dan lapak yang digunakan untuk berjualan bahan batu akik akan berubah menjadi warung tenda yang menjual berbagai macam sajian kuliner seperti pecel lele, ayam bakar, sea food, dan yang lainnya. Namun, untuk pedagang batu yang sudah menyewa lapak semi permanen, dapat menjual bahan batu akik sampai malam hari yang tentu saja lebih ramai dibanding siang hari.

    (Penjual Batu Bongkahan Besar)

    Batu bongkahan besar sangat menarik untuk dilihat. Dengan membeli batu bongkahan besar kita akan mendapatkan harga yang lebih murah karena tidak ada biaya pemotongan yang dimasukkan ke dalam harga jual batu. Jika kita jeli dan teliti dalam memilih batu bongkahan besar seperti ini, kita akan mendapatkan bahan batu akik kualitas super yang bersih dari kapur dan memiliki warna serta motif yang indah. Dengan demikian bahan batu tersebut bisa menghasilkan batu akik yang berkualitas bagus.

    (Cairan Pembersih Kapur Pada Batu Akik)

    Bagi Anda yang memiliki batu akik yang masih mengandung kapur, Anda dapat menghilangkannya dengan cairan penghilang atau pembersih kapur pada batu akik yang sudah banyak dijual di kampung batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur ini. Namun, kita harus berhati-hati dalam memilih produk cairan pembersih batu kapur karena ada juga penjual nakal yang menjual cairan pembersih kapur yang palsu atau yang kualitasnya abal-abal. Lebih baik kita mengeluarkan biaya lebih daripada mendapatkan harga murah tetapi tidak bermanfaat untuk membersihkan kapur pada batu akik.

    (Minum Es Buah Sambil Nonton Orang Ngasah Batu Akik)

    Berjalan-jalan di area kampung batu Rawa Bening ini sangat melelahkan bagi saya dan teman yang sudah dua jam berkeliling memilih dan melihat bahan batu akik. Tiba saatnya bagi kami untuk beristirahat sejenak sambil menikmati segarnya es buah sambil nonton akik lovers yang sedang memotong dan mengasah batu agar menghasilkan batu akik yang memuaskan.

    (Bahan Batu Akik Pancawarna, NogoSui, dan Jasper Merah)

    Perjalanan kami ditutup dengan mendatangi lapak batu akik pancawarna yang berasal dari daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Purbalingga merupakan kabupaten yang letaknya tidak jauh dari kampung saya di Purwokerto. Daerah Purbalingga ini terkenal dengan batu akik pancawarna klawing dan nogosui. Selain itu sekarang muncul varian baru batu akik asal Purbalingga, yakni batu Jasper Chacedony atau batu Telur Kodok yang mulai naik daun karena motif dan warnanya yang indah menyerupai telur kodok. Batu Telur Kodok ini semakin mengokohkan daerah Purbalingga, Jawa Tengah sebagai penghasil batu akik atau batu mulia yang unik.

    3 komentar

    Wahab Saputra mengatakan...

    Saya kira cuma manusia yang ada dokternya, batu jg ada...

    Gatoloco Mbelgedes mengatakan...

    Hehehe...batu juga kulitnya bisa gatel-gatel karena kapur.

    Franky mengatakan...

    lokasi kampung batu dari JGC dimana gan