Puisi Cinta Asal Ceplos

Admin Maret 12, 2015 Add Comment

Sepiku menusuk malam...
menemani bidadari-bidadari "kesepian"...
....
dan aku adalah lelaki yang tak pernah "tidur",
walau hanya untuk sesaat,
karna tidurku adalah bukan pejaman...mata,
dan tidurku bukanlah dengkuran...
tapi tidurku adalah kerinduan....

Jika saat itu akan datang...telah tiba,
maka akan kujemput semua mimpi-mimpi...
hingga akhirnya...tak ada lagi yang tersisa....

Ini bukan lelucon, dan ini bukan omong kosong...
ini adalah pepatah lama...
yang pernah dikatakan simbah,
waktu "dia" masih hidup....
................
Jembatan sebagai tempat perlindungan...
dia adalah saksi,
jalinan kisah asmara...antara engkau dan aku...
yang tak pernah terikat oleh apapun,
meskipun oleh selembar benang......

Layanan Internet IndiHome

Admin Maret 12, 2015 Add Comment

Modem Wifi dan TV Set Box IndiHome

Pada hari Senin, tanggal 09 Maret 2015 kemarin layanan internet IndiHome dari Telkom telah selesai dipasang dirumah saya di daerah Sukapura, Jakarta Utara. Layanan internet IndiHome ini merupakan layanan triple play yang diberikan oleh Telkom dengan produk UseeTV Cablenya, dimana dengan UseeTV ini kita dapat menikmati fitur-fitur yang katanya handal berikut ini:
  • TV On Demand, nonton ulang siaran tv hingga 7 hari sebelumnya.
  • Video Recorder, rekam program tv dan film favorit.
  • Video On Demand, nonton film pilihan lokal dan internasional.
  • Karaoke, karoke dan merekam lagu favorit.
  • Pause and Rewind, pause dan rewind film dan acara favorit.
  • Music, lagu dari berbagai genre.

Tiga hari semuanya berjalan mulus, artinya internet dan layanan TV Cable bisa saya nikmati dengan nyaman. Nah...pada hari keempat ini saya dapati layanan TV Cable UseeTV mengalami error alias tidak dapat diakses meski berulangkali dicoba untuk dapat terhubung. Dan pada layar muncul pesan seperti pada gambar dibawah ini:

Pesan Error UseeTV

Hal ini sangat disayangkan bahwa Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi yang telah lama melayani pelanggan tidak serius dalam menjalankan bisnisnya. Saya juga sempat browsing mencari berbagai informasi tentang UseeTV, dan memang dari berbagai website yang saya kunjungi banyak ditemukan berbagai keluhan pelanggan yang kecewa dengan UseeTV. Namun, saya masih sedikit lega karena layanan internet masih dapat diakses. 

Saya berharap Telkom memperbaiki layanan UseeTV yang dimilikinya untuk mengatasi jaringan TV Cable yang konon sering mengalami gangguan. Begitu pun ketika saya menanyakan ke bagian Customer Service yang kebetulan menelpon saya, mengatakan bahwa saya harus upgrade layanan dari 1 Mbps ke 2 Mbps. Ini tentu jawaban yang kurang memuaskan mengingat dalam promosi yang dilakukan dan tertera pada brosur menyatakan bahwa kecepatan internet 1 Mbps sudah termasuk mendapatkan layanan TV Cable UseeTV. Hemm...sesuatu banget menurut saya. :D

Meskipun hal ini tidak begitu merisaukan saya sebagai pelanggan baru, namun sangat disayangkan mengingat ini merupakan layanan premium yang seharusnya dikelola dengan profesional. Tujuan saya pun sebenarnya adalah pada layanan internet mengingat dengan menggunakan jaringan 3G dari operator telepon seluler kurang memuaskan dalam arti daya jangkaunya yang tidak stabil. Yah, semoga saja Telkom cepat tanggap melayani keluhan pelanggan agar jangan sampai terjadi dimana perusahaan milik pemerintah dianggap tidak becus melayani masyarakat.

Ini Ibukota Lho

Admin Maret 11, 2015 Add Comment

Ini ibukota lho!
Tapi lihatlah disana,
aura perbukitan itu tak lagi hijau,
aromanya pun tak lagi wangi,
sssttt...owh aku lupa,
itu semua ternyata hanyalah tempat penampungan sampah....

Ini ibukota lho!
Jika jalan-jalan di desaku sudah terlihat mulus bak "paha" perawan manis dan ayu,
kuhanya bisa menepuk jidatku,
menatap satu per satu dan was-was,
lubang-lubang beserta gundukan-gundukan agak besar,
dan terlihat seperti warung remang-remang saat malam menjemput siang,
di sebuah jalan protokol ibukota...

Ini ibukota lho!
Kau pasti kan terkejut,
saat kuceritakan padamu,
bahwa di pintu gerbang kawasan berikat yang sempit itu,
tiga orang pekerja wanita,
menjemput ajalnya,
mati mengenaskan karna terinjak-injak teman sendiri....

Ini ibukota lho!
Jika sang presiden pun tak bisa berbuat banyak,
saat air mulai merendam area istananya,
dan tak bisa berbuat banyak,
saat terhimpit diantara gemuruh,
deru mesin-mesin,
bercampur asap wangi metromini...

Ini ibukota lho!
Tapi lihatlah selembar kertas berstempel ini,
ini hasil gagalnya ujian kejujuran,
yang terbungkus oleh SK kemunafikan,
dan perlu kau tahu!
Nilai ujian nasional mereka masih jauh dibawah anak-anak daerah lainnya...

Ini ibukota lho!!!
[Sungai Bambu, Rabu 11 Maret 2015, 10:38]

Tatap Lebih Dalam

Admin Maret 02, 2015 Add Comment

Tataplah mataku lebih dalam,
hingga kata tak lagi menjadi penghalang,
bagi rindu tuk sematkan makhkota,
membingkai keindahan demi keindahan,
tersimpan rapi semenjak hati senantiasa ikhlas mengukir namamu....

Tataplah mataku lebih dalam,
hingga amarah enggan mengepakkan sayapnya,
terbang mengelana seraya lupa,
tak sudi lagi pada janji suci,
yang terdengar gaungnya ke seluruh pelosok desa,
meski angin senantiasa sibuk,
berpapasan dengan dedaunan,
terkadang jatuh berguguran,
sambut perubahan laksana bocah mungil yang tertawa riang....

Tataplah mataku lebih dalam,
hingga turut kau temukan,
istana hati diambang kehancuran,
dihempas nestapa berujung luka,
perih...perih...pedih,
sungguh tak pernah satupun kutanam bebatuan terjal ini,
dan masih kuingat,
dahulu ini adalah kebun yang subur dan rindang....

Tataplah mataku lebih dalam,
meski sesaat namun terasa nikmat,
bagai sepasang pengantin,
menjemput kecupan pertama,
mengemas penantian pada ruang dan waktu,
kan terjaga karna tekad yang membaja,
dan tak mudah goyah....

Tataplah mataku lebih dalam,
kali ini saja...
Maka kurelakan bayangmu menghilang,
terpejam membias rembulan,
melesat pendar menerobos malam....

Tataplah mataku lebih dalam.....

[Sukapura, 02 Maret 2015, 21:25]

Aduh Aduh Biyung

Admin Maret 02, 2015 Add Comment

Aduh...aduh biyung,
Kenapa harus kamu?
sliwar-sliwer di dalam otakku,
senyuman merekah renyah bak rengginang diatas panci penggorengan,
lirikan genit-genit manja,
membuatku merinding setengah gemes....

Aduh...aduh biyung,
Kenapa harus kamu?
Tak mungkin kutolak,
bisik-bisik ditelinga,
mendengung mesra,
lagi-lagi kau buat kumerinding setengah gemes....

Aduh...aduh biyung,
Kenapa harus kamu?
Datang tak diantar,
pulang tak dijemput,
kadang terkejutku merajut diantara serabut selimut,
mirip seekor semut,
tersenyum kecut diterpa nyali yang semakin menciut,
karna tak berjumpa dengan penganan manis nan sedap disruput....

Aduh...aduh biyung,
Kenapa harus kamu?
.....
Ya sudahlah,
tapi aku suka kok dengan caramu mencintaiku,
dan lagi-lagi kau buat aku merinding setengah gemes,
rasanya...hemm....
Aduh...aduh biyung....

(Gambar:bertytilarso.com)

Komentar Pengunjung