Tampilkan postingan dengan label purbalingga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label purbalingga. Tampilkan semua postingan

Batu Akik Pancawarna Klawing Sultan Trenggono

Admin Mei 12, 2015 Add Comment
(Bahan Batu Pancawarna Klawing)

Mengikuti proses pembuatan batu akik dari mulai dalam bentuk bahan sampai menjadi bentuk cincin atau liontin adalah hal yang paling memuaskan. Apalagi jika bahan batu yang kita olah menghasilkan batu yang terlihat unik dan menarik. Berbeda dengan batu cincin yang sudah jadi atau yang sengaja ditarik secara ghaib, batu cincin atau liontin buatan sendiri terlihat sangat menyenangkan hati.

(Lionting Batu Klawing)

Bermula dari membeli bahan batu pancawarna klawing berwarna dasar merah di kampung batu rawa bening, akhirnya sebuah liontin batu pancawarna klawing selesai dibuat dan menghasilkan batu akik motif keris Kujang. Batu akik ini saya beri nama batu pancawarna klawing Sultan Trenggono. Pemberian nama ini saya pastikan setelah berkonsultasi dengan salah seorang teman yang Alhamdulillah sedikit mampu "melihat" sesuatu yang ada pada batu akik secara kasat mata. Sebelum beliau memberikan nama tersebut, saya secara tak sengaja mengucapkan sebauh nama dan nama itu persis seperti yang dilihat teman saya tersebut. Namun, pesan saya jangan sampai hal-hal seperti ini membuat kita terjerumus ke dalam syirik, yakinlah bahwa semua batu itu adalah Maha Karya Tuhan Sang Pencipta. Apapun kekuatan yang menyertai batu, itu adalah atas Izin dan Ridho Tuhan semata.

Nita Nayaka Penggemar Batu Akik Klawing

Admin Mei 03, 2015 3 Comments
(Nita Nayaka Yang Cantik dan Akik, Foto:Youtube)

Batu akik sekarang bukan hanya disukai kaum pria saja, kaum wanita pun kini perlahan mulai menyukai batu akik Indonesia yang terkenal eksotik dan unik. Ada seorang penyanyi cantik bernama Nita Nayaka yang sudah dua tahun gemar mengkoleksi batu akik. Kegemarannya terhadap batu akik ini berawal ketika dirinya melihat teman-temannya saling memamerkan batu akik yang dimiliki, sejak saat itulah penyanyi pelantun tembang "Playboy Kampungan" ini mulai gencar dan giat berburu batu akik.

Penyanyi yang sering tampil di stasiun televisi milik pemerintah TVRI (TVRI Jawa Tengah) ini mengaku ingin sekali menambah koleksi batu akiknya. Batu akik yang ingin ia miliki adalah batu akik Sulaiman, batu akik Bacan, dan batu Merah Delima (Ruby). Seperti yang telah ditayangkan acara Topik malam ANTV, Nita Nayaka mengaku menyukai batu jenis akik karena corak dan motifnya yang bisa menggambarkan banyak hal serta dengan komposisi warna yang unik membuat batu akik terlihat makin menarik.

(Rough Batu Akik Koleksi Penyanyi Nita Nayaka)

Penyanyi berwajah cantik ini sangat menyukai batu akik jenis Jasper Nogosui yang berasal dari sungai Klawing, Purbalingga. Purbalingga merupakan daerah asal penyanyi yang juga terkenal menyanyikan lagu "CINCAU Cinta Cau" yang murah senyum ini. Sama seperti saya yang berasal dari Purwokerto, Jawa tengah, koleksi paling banyak dari batu akik yang dimiliki Nita Nayaka ini adalah batu akik Klawing Purbalingga.

Nita Nayaka juga sering mengikutsertakan berbagai koleksi batu akik miliknya dalam berbagai ajang kompetisi batu akik yang akhir-akhir ini sering diadakan di berbagai daerah di Indonesia. Ada kepuasan yang dirasakan oleh penyanyi Nita Nayaka ketika batu akik miliknya mampu menjuarai kontes yang diikuti sampai ratusan peserta. Bahkan, batu akik yang ia miliki sudah banyak yang menawar dengan harga yang cukup tinggi.

Back To Rawa Bening I

Admin Mei 01, 2015 3 Comments
Dibawah pancaran panasnya sinar matahari menjelang jam 11 siang, saya dan teman saya datang lagi mengunjungi Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Ini adalah kesempatan kedua saya untuk berburu bahan batu akik karena batu akik yang saya buat masih terbilang sedikit jumlahnya dan saya menjadi semakin ketagihan dan merasakan keasyikkan membuat batu akik sendiri. Ketimbang membeli batu akik yang sudah jadi, membuat batu akik sendiri lebih memuaskan karena kita jadi tahu proses pengolahan batu akik dari awal sampai akhir. Sehingga, ketika sebuah batu akik telah rampung dibuat kita akan merasa takjub melihat keindahan batu akik yang buat sendiri. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan juga sangat murah dibandingkan kita membeli batu akik yang sudah jadi.

(Dibawah Jam 12 Siang Lapak Penjual Batu Masih Sepi)

Suasana lapak penjual bahan batu akik terlihat masih sepi dibawah jam 12 siang. Biasanya para pecinta batu akik ini akan datang selepas jam makan siang atau akan mulai ramai menjelang jam 3 sore. Untuk penjual batu yang lapaknya berada di pinggir jalan, biasanya akan menutup lapaknya menjelang azaz Maghrib dan lapak yang digunakan untuk berjualan bahan batu akik akan berubah menjadi warung tenda yang menjual berbagai macam sajian kuliner seperti pecel lele, ayam bakar, sea food, dan yang lainnya. Namun, untuk pedagang batu yang sudah menyewa lapak semi permanen, dapat menjual bahan batu akik sampai malam hari yang tentu saja lebih ramai dibanding siang hari.

(Penjual Batu Bongkahan Besar)

Batu bongkahan besar sangat menarik untuk dilihat. Dengan membeli batu bongkahan besar kita akan mendapatkan harga yang lebih murah karena tidak ada biaya pemotongan yang dimasukkan ke dalam harga jual batu. Jika kita jeli dan teliti dalam memilih batu bongkahan besar seperti ini, kita akan mendapatkan bahan batu akik kualitas super yang bersih dari kapur dan memiliki warna serta motif yang indah. Dengan demikian bahan batu tersebut bisa menghasilkan batu akik yang berkualitas bagus.

(Cairan Pembersih Kapur Pada Batu Akik)

Bagi Anda yang memiliki batu akik yang masih mengandung kapur, Anda dapat menghilangkannya dengan cairan penghilang atau pembersih kapur pada batu akik yang sudah banyak dijual di kampung batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur ini. Namun, kita harus berhati-hati dalam memilih produk cairan pembersih batu kapur karena ada juga penjual nakal yang menjual cairan pembersih kapur yang palsu atau yang kualitasnya abal-abal. Lebih baik kita mengeluarkan biaya lebih daripada mendapatkan harga murah tetapi tidak bermanfaat untuk membersihkan kapur pada batu akik.

(Minum Es Buah Sambil Nonton Orang Ngasah Batu Akik)

Berjalan-jalan di area kampung batu Rawa Bening ini sangat melelahkan bagi saya dan teman yang sudah dua jam berkeliling memilih dan melihat bahan batu akik. Tiba saatnya bagi kami untuk beristirahat sejenak sambil menikmati segarnya es buah sambil nonton akik lovers yang sedang memotong dan mengasah batu agar menghasilkan batu akik yang memuaskan.

(Bahan Batu Akik Pancawarna, NogoSui, dan Jasper Merah)

Perjalanan kami ditutup dengan mendatangi lapak batu akik pancawarna yang berasal dari daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Purbalingga merupakan kabupaten yang letaknya tidak jauh dari kampung saya di Purwokerto. Daerah Purbalingga ini terkenal dengan batu akik pancawarna klawing dan nogosui. Selain itu sekarang muncul varian baru batu akik asal Purbalingga, yakni batu Jasper Chacedony atau batu Telur Kodok yang mulai naik daun karena motif dan warnanya yang indah menyerupai telur kodok. Batu Telur Kodok ini semakin mengokohkan daerah Purbalingga, Jawa Tengah sebagai penghasil batu akik atau batu mulia yang unik.

Komentar Pengunjung