Hargailah Nyawa Kita - Hindari Pemakaian Gadget Saat Berkendara

Admin April 02, 2015 1 Comment
(Gambar: technosiana.com)

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seharusnya bisa meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan berbagai macam peralatan komunikasi yang semakin murah dan mudah, kita akan memperoleh banyak manfaat positif. Komunikasi dengan keluarga atau relasi bisnis semakin lancar bila dibandingkan dengan keadaan pada awal tahun 2000 yang lalu, dimana peralatan TIK seperti handphone terbilang masih sangat mahal baik untuk pembelian handphone itu sendiri maupun dalam pengisian pulsa handphone. Artinya manusia modern semakin dimanjakan dengan kehadiran teknologi baru.

Namun sayangnya, ada sebagian orang yang menggunakan peralatan TIK seperti handphone pada waktu, tempat atau keadaan yang tidak tepat. Contohnya adalah menggunakan handphone saat sedang mengendarai kendaraan bermotor, baik itu sepeda motor, mobil, atau kendaraan bermotor yang lainnya. Aktifitas berbahaya ini seolah-olah sudah menjadi gaya hidup yang menghancurkan masa depan manusia zaman now.

Hal ini sering terjadi dan dilakukan dengan sengaja. Aktivitas yang paling berbahaya adalah membaca SMS saat sedang berkendara dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat. Sangat disayangkan bahwa orang yang melakukan aktivitas berbahaya ini benar-benar tidak menghargai nyawa diri sendiri dan orang lain. Mungkin dalam benak mereka berasumsi bahwa keselamatan adalah nomor dua.

Peraturan lalu lintas di Indonesia pun belum cukup serius mencegah aktivitas berbahaya seperti ini. Padahal di negara lain, sudah ada yang melarang menelpon atau membaca SMS saat berkendara dan juga memberikan denda yang cukup besar. Saya ingat pada beberapa tahun yang lalu ada saudara saya yang mengalami kecelakaan lalu lintas karena menggunakan hanphone saat mengendarai motor yang menyebabkan yang bersangkutan langsung meninggal dunia.

Kejadian yang serupa yang sudah sering terjadi tampaknya belum cukup ampuh untuk memberikan teguran keras bagi pelakuknya. Hal ini karena yang dirugikan bukan hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain. Kita tentu tak akan bisa menerima sesuatu hal buruk menimpa diri sendiri atau keluarga kita karena kecerobohan seperti ini.

Sobat, buat Anda yang masih sering menelpon atau membaca sms saat berkendara, saya berharap Anda menghentikan kebiasan berbahaya seperti ini. Ingatlah bahwa nyawa manusia itu cuma satu dan tidak diperjualbelikan di toko manapun. Sayangilah diri sendiri dan sayangilah keluarga dirumah yang menantikan Anda untuk bercengkerama dan saling berbagi kasih sayang. Jika telpon atau sms itu berisi informasi yang sangat penting, Anda masih bisa kok menghentikan sementara kendaraan di tempat parkir yang tidak mengganggu kenyamanan pengendara lain. Toh kita tidak akan rugi sepeser pun, malah sebaliknya keselamatan menjadi milik kita. Jadi, hargailah nyawa kita untuk kebaikan bersama.

Tes Keaslian Batu Akik Menggunakan Hanphone Android

Admin Maret 31, 2015 Add Comment
Anda suka mengoleksi batu akik? Atau Anda baru saja tergoda untuk mengoleksi batu cincin atau batu akik yang akhir-akhir ini sedang booming di tanah air. Dari mulai orang biasa sampai dengan artis pun sekarang banyak yang mulai gemar menggosok-gosok cincin yang mereka miliki. Seorang teman mengatakan bahwa jika kita sudah membeli satu buah batu akik, maka nantinya pasti akan ketagihan. Yah, itulah yang terjadi pada saya dan teman-teman saya, serta saudara-saudara saya baik yang tinggal di Jakarta maupun yang berada di kampung halaman saya di daerah Purwokerto, Jawa Tengah.

Dahulu orang yang memakai cincin dari batu mungkin akan dihubung-hubungkan dengan hal-hal yang berbau mistik atau klenik. Pandangan yang diberikan kepada para pemakai cicin batu akik lebih ke arah dunia hitam alias dunia yang kasat mata. Namun sekarang, orang yang gemar dengan batu akik ini datang dari semua kalangan, dari tukang ojek sampai ke pekerja profesional. Sekarang batu akik lebih dominan dilihat dari sisi keindahannya dan menjadi perhiasan kaum lelaki yang menjadi bahan utama perbincangan sembari minum kopi atau menyantap camilan gurih dan nikmat. Saya pun senang apabila diajak berbincang-bincang soal batu akik ini, ketimbang membicarakan persoalan politik yang belum tentu menguntungkan bagi wong cilik. Daripada ngomongin politik, lebih asyik ngomongin batu akik adalah pepatah baru bagi kaum lelaki sekarang ini.

Saya punya tips bagi Anda yang baru mulai tertarik dengan batu akik. Seperti pengalaman saya waktu membeli cincin batu akik yang pertama, saya kedapatan tertipu karena ternyata cincin yang saya beli itu palsu alias tidak terbuat dari batu alam. Namun, untunglah salah seorang teman yang sama-sama pernah tertipu memberikan cara yang tepat untuk menguji atau melakukan tes keaslian batu akik, yakni dengan menggunakan gadget yang sudah mendukung teknologi touchscreen. Dan setelah browsing ke situs Youtube, saya pun semakin yakin dengan perangkat untuk menguji keaslian batu akik ini.

Batu akik yang asli terbuat dari batu alam ketika diuji dengan handphone Android (lebih bagus yang memiliki sensifitas layar sentuh yang tinggi) maka ia akan seperti jari-jari tangan manusia yang tentu saja memiliki energi yang tidak dapat dilihat mata biasa. Batu akik tersebut akan mampu digunakan membuka atau menggeser menu pada gadget yang kita gunakan. Karena batu akik yang istilahnya bertuah secara fisik pasti akan menyimpan energi. Semakin buruk kualitas layar sentuh yang digunakan, semakin baik kualitas dari batu akik tersebut. Kenapa demikian? Alasannya adalah pada layar sentuh yang buruk saja batu akik tersebut bisa menggerakkan layar, apalagi dengan perangkat yang memiliki layar sentuh kualitas tinggi. Saran saya adalah Anda minimal harus mencobanya pada dua jenis gadget dan Anda dapat meminjam handphone milik teman atau saudara.

Kebetulan saya memiliki sebuah liontin kalung yang dibeli pada tahun 1997 dan liontin tersebut bisa membuka kunci layar hanphone Android saya. Handphone saya itu bermerk Advan S4, yang bila dibandingkan dengan handphone merk Samsung tentu sensifitas layar sentuhnya sangat jauh. Namun, saya pun heran dengan batu liontin saya tersebut yang tidak saya ketahui nama batunya apa dan bisa bekerja mulus membuka layar handphone saya. Video berikut ini adalah uji coba yang saya lakukan dalam melakukan tes keaslian batu akik menggunakan handphone android. Selamat mencoba! :)

(Tes Keaslian Batu Akik Menggunakan HP Android)

Usaha Bengkel Motor Win Win Style

Admin Maret 20, 2015 1 Comment

Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua yang paling banyak dimiliki dan digunakan sebagai alat transportasi sehari-hari. Selain harganya yang terjangkau, sepeda motor sangat lincah menembus jalanan yang sering macet dan bisa melewati gang-gang sempit di sekitar wilayah padat penduduk.

Usaha penjualan sepeda motor baik untuk produk baru maupun bekas tergolong sangat menggiurkan. Apalagi dengan menjual secara kredit pengusaha akan memperoleh margin keuntungan yang sangat besar.

Maka jangan heran jika kita membeli sepeda motor, justru konsumen yang membeli secara kredit lah yang akan mendapatkan pelayanan sangat prima dan kadang pihak dealer sepeda motor memberikan bonus seperti televisi atau barang yang lainnya sesuai pilihan konsumen. Tak heran persaingan antar dealer sepeda motor juga cukup "sengit" dan gencar melakukan promosi besar-besaran.

Karena jumlah konsumen pemilik sepeda motor sangat banyak, usaha bengkel motor juga tak mau kalah dengan dealer jual beli sepeda motor dalam memperluas bisnisnya. Meski bengkel sepeda motor bertebaran bak kacang goreng, namun usaha ini terbilang menjanjikan dan jarang yang mengalami kerugian.

Nah, ada salah satu model bisnis bengkel sepeda motor yang bisa diterapkan bagi Anda yang akan membuka usaha bengkel sepeda motor sendiri. Baik bengkel untuk semua merk motor alias bengkel umum maupun bengkel khusus seperti bengkel Vespa, bengkel motor lawas, bengkel motor modifikasi, dan lain sebagainya.

Untuk bengkel sepeda motor umum model bisnis yang bisa diterapkan adalah dengan model yang saya beri nama "Win Win Style". Pada model ini ongkos service sepeda motor terpisah dengan penjualan suku cadang atau spare part. Artinya pemilik bengkel hanya menjual spare part saja, kemudian ongkos service ditentukan sendiri oleh montir yang menangani perbaikan dengan standar ongkos yang sudah disepakati oleh montir dan pemilik bengkel.

Dengan model "Win Win Style" ini kedua belah pihak akan memperoleh keuntungan dan kepuasan yang tinggi dalam menjalankan bisnis ini. Pemilik bengkel tidak perlu pusing menghitung laba penjualan spare part yang bercampur dengan ongkos service, kemudian montir juga merasa senang karena bisa menggenjot penghasilan dengan cara memberikan service yang handal dan cekatan. Dus berarti memberikan kepuasan tambahan kepada konsumen.

Agar bisnis bengkel motor model ini bisa tetap eksis, perlu komunikasi yang baik antara pemilik bengkel dan para montir untuk mau mentaati kesepakatan bisnis yang harus dipenuhi. Kegagalan mungkin saja terjadi apabila ada kesalahpahaman antara pemilik bengkel, montir, dan konsumen. Jika ini terjadi, maka perlu diselesaikan segera agar tidak menimbulkan kerugian atau citra yang buruk dari konsumen. Bagaimana...Anda tertarik untuk mencoba usaha bengkel sepeda motor dengan model seperti ini? :)

(Bengkel Sepeda Motor Tak Pernah Sepi)

Warung Pecel Lele Laris Manis

Admin Maret 19, 2015 1 Comment

Siapa yang tak doyan dengan makanan yang satu ini. Selain harganya yang sangat terjangkau, pecel lele masih menjadi pilihan favorit banyak orang sebagai menu sehat dan bergizi bagi keluarga. Selain gurih dan lezat, lele mengandung protein yang mempercepat pertumbuhan fisik seseorang.

Jumlah warung pecel lele termasuk yang paling banyak dan tersebar hampir di semua pusat keramaian atau pusat bisnis di seluruh nusantara terutama pulau Jawa. Di kota-kota besar seperti Jakarta, warung pecel lele sangat mudah kita temukan di sepanjang jalan pada wilayah padat penduduk.

Tak jauh dari rumah saya, tepatnya di depan RSP Firdaus Sukapura-Jakarta Utara ada sebuah warung pecel lele yang laris manis dan selalu dibanjiri pengunjung. Meski lokasi warung pecel lele ini sebelumnya pernah digusur, namun jumlah pelanggannya semakin hari semakin meningkat. Bahkan ketika saya ingin memesan menu tahu goreng, saya harus gigit jari karena menu tersebut cepat sekali habis.

Memang, usaha warung pecel lele masih menjadi primadona. Sebuah pilihan bisnis yang masuk akal mengingat animo masyarakat cukup tinggi. Usaha warung pecel lele ini juga menguntungkan peternak ikan lele yang tersebar di pulau Jawa.

Menurut perkumpulan peternak lele di Banyumas-Jawa Tengah, mereka belum bisa memenuhi banyaknya permintaan ikan lele, terutama untuk memasok kota Bandung dan Jakarta yang masih kekurangan ratusan ton ikan lele.

Apalagi saat musim banjir tiba, permintaan bibit lele dari peternak ikan lele di Jawa Barat membludak sehingga peternak ikan lele di Banyumas terpaksa membeli bibit ikan lele dari kabupaten tetangga yang harganya lebih mahal. Meski tidak menimbulkan kerugian yang cukup signifikan, namun berakibat mundurnya waktu panen ikan lele.
Hemm...bisa Anda bayangkan berapa jumlah uang yang beredar dari warung pecel lele dan ternak ikan lele ini?

(Warung Pecel Lele Depan RSP Firdaus)

Lelaki Penjemur Beha

Admin Maret 17, 2015 Add Comment
(Gambar: imelda.coutrier.com)

Ini kisah si lelaki penjemur beha,
menyambut malam bersenandung riang,
mencoba memahami goresan warna disetiap helai kain,
mendengar setiap butir yang menetes tajam,
mengembalikan alam tuk mendaur ulang kehidupan....

Lelaki penjemur beha itupun sempat terkejut,
pada seraut wajah wanita dibalik pagar rumahnya,
seolah tak percaya,
pada setiap nada yang ia mainkan,
pada setiap melodi yang berbaris rapi,
menggelantung di seutas tali yang tak pernah lapuk diremas cuaca....

Ia pun teringat pada sebuah cerita,
dari seorang anak kyai,
terdengar gamblang di telinga,
tentang riwayat sang Nabi,
yang mencuci kain sorbannya sendiri,
tatkala sang bidadari tertidur lelap,
melepas lelah dalam suatu masa,
dimana hari tlah merampas tiap tetes peluh di punggungnya....

Lelaki itu sangat memahami,
sesungging senyum belahan jiwanya,
dan tak akan pernah rela,
jika janji suci yang pernah terucap,
akan ternoda oleh hukum,
yang mengkotak-kotakkan lelaki dan wanita,
dan memberi stigma negatif,
setiap episode romantis di istana mungilnya,
yang gaung dan gemanya,
akan dikenang sepanjang waktu....

[Sukapura, 17 Maret 2015, 10:27]

Komentar Pengunjung