Translate Article

Petuah Simbah

Bookmark and Share

Selamat Pagi Simbah...
Nikmatilah sesuap roti tuk sambut hari,
yang terus berganti mengikuti harmoni,
semesta megah karya Illahi...

Simbah,
kami tak bisa membalas cinta dan kasih sayangmu,
melebihi secangkir kopi ini,
karna hanya inilah yang mampu kami beli...

Simbah,
Kantormu sudah menunggu,
disamping jendela kamar tamu,
dan sudah kami siapkan peralatan kantor milikmu,
satu buah pacul kesayanganmu...

Simbah,
Telah kurekam jejak negri,
yang tak pernah sepi dari penjajahan,
mengikis habis jatidiri dan kehormatan Ibu Pertiwi...

Jika dulu yang mereka rampas adalah rempah-rempah kami,
kini mereka akan "merampas" laut dan samudra di negeri yang subur nan elok,
akibat "kecerobohan" pemimpin-pemimpin kami,
bahkan kini...mereka telah "merampas" impian-impian anak negeri...

Simbah,
Lihatlah di tengah samudera sana,
jutaan anak muda mengarungi derasnya ombak dengan sampan-sampan kecil dan rapuh...

Mereka terbawa arus dan tak mengerti arah dan tujuan,
tanpa kompas, tanpa nahkoda, dan tanpa peta navigasi...

Simbah,
aku takut mereka kan terjungkal,
di ujung samudera bertebing tinggi,
aku takut mereka akan terjerumus dalam pusara penyesalan,
karena petuahmu dianggap angin lalu....

(Gambar: claessensart.blogspot.com)


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia