Translate Article

Back To Rawa Bening II

Bookmark and Share
 (Jumlah Pengunjung Di Rawa Bening Semakin Banyak)

Pada hari Selasa, 05 Mei 2015 adalah kali ketiga saya berkunjung ke Kampung Batu Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur. Kali ini saya mengajak salah seorang teman saya yang merupakan seorang penjaga sekolah asal Ciamis, Jawa Barat. Lelaki yang gemar makan lalapan dan sambel pete ini ternyata terjangkit juga virus batu akik yang sekarang sedang digandrungi masyarakat Indonesia.
 
 (Bang Mumun Mulai Tergila-gila Pada Batu Akik)

Teman saya ini tampak bingung dan kaget saat pertama kali melihat puluhan pedagang batu yang menjual berbagai jenis bahan batu yang masih dalam bentuk bongkahan (rough) dari berbagai daerah di tanah air. Kali ini saya dan dan teman saya membeli bahan batu Pancawarna Ternate, bahan batu Badar Besi Black Jade, dan bahan batu bio solar Aceh.

Jika Anda sudah sering ke tempat-tempat penjualan bahan batu seperti ini, Anda akan lebih lihai dalam menawar harga batu. Atau Anda dapat menggunakan trik saya yakni dengan menunggu pembeli lain sambil menerawang batu dengan senter. Anda harus percaya diri dan jangan terlihat seperti orang yang baru pertama kali membeli batu.

Berbelanja bahan batu akik memang terbukti lebih memuaskan. Selain mendapatkan hasil olahan cincin batu akik yang lebih baik, mengikuti proses pengolahan batu akik dari awal sampai akhir merupakan salah satu aktivitas yang paling menyenangkan. Biaya yang dikeluarkan pun relatif lebih murah bila dibandingkan membeli batu akik yang sudah jadi. Walaupun kadang memang batu akik yang sudah jadi memiliki kualitas yang tidak mengecewakan.
 
(Bahan Batu Badar Besi Black Jade


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia