Translate Article

Presiden Jokowi Lebih Mementingkan Partai

Bookmark and Share
(HUT TNI AU Ke-69, Gambar: bratamedia.wordpress.com)

Ada satu peristiwa menarik terjadi di negara kita yang menjadi bahan pertanyaan masyarakat pada acara peringatan HUT TNI-AU Ke-69. Rakyat tentu merasa heran kenapa Presiden Jokowi tidak menghadiri acara HUT TNI-AU tersebut dan lebih memilih menghadiri acara partai. Padahal, kita semua tahu bahwa sikap seorang presiden yang baik adalah dengan mendahulukan kepentingan kenegeraan dibanding kepentingan golongan dalam hal ini partai. Ketika seeorang sudah menjabat sebagai presiden, maka tanggung jawab dan waktunya adalah untuk kepentingan negara.

Presiden Jokowi telah melakukan kesalahan yang besar yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. Acara HUT TNI-AU itu adalah peringatan istimewa yang berkaitan dengan sejarah perjuangan dan sejarah bangsa dalam meraih kemerdekaan. TNI-AU sebagai bagian dari sistem pertahanan dan keamanan NKRI tentu mengemban tugas yang sangat berat mengamankan wilayah nusantara dari ujung barat sampai timur. Seharusnya kehadiran presiden dalam acara seperti ini menjadi salah satu bentuk penghargaan dan dukungan kepada TNI-AU agar lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Hal seperti ini tentu akan berdampak kurang baik bagi keberlangsungan pemerintahan Jokowi. Dalam benak rakyat telah terbesit pemikiran bahwa institusi sebesar TNI-AU saja kurang dihargai oleh pemimpin negeri ini, apalagi untuk memperhatikan kepentingan wong cilik. Rakyat semakin yakin bahwa Presiden Jokowi bukanlah tipe pemimpin yang mementingkan urusan rakyat.

Apalagi selama ini kita melihat berbagai kebijakan ekonomi yang terkesan jalan di tempat. Pembangunan infrastruktur seperti listrik, jalan, perumahan adalah beberapa contoh infrastruktur yang sangat dibutuhkan rakyat yang seharusnya terpenuhi. Ditambah lagi dengan kemerosotan nilai mata uang Rupiah yang berdampak dahsyat kepada rakyat karena kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, kenaikan biaya hidup semakin memasung kenyamanan dan kebahagiaan hidup kita sebagai rakyat Indonesia. Saya tidak dapat membayangkan gejaolak apa nanti yang akan terjadi apabila rupiah nilainya semakin merosot melebihi angka Rp. 13.000. Sementara pemerintah dan pejabatnya sibuk memikirkan tunjangan hidup mereka, sementara kepentingan rakyat di nomor duakan. Kondisi yang sangat memprihatinkan dan mengecewakan rakyat.


{ 1 komentar... Views All / Post Comment! }

Herdoni Wahyono mengatakan...

Agenda Presiden tentu sangat padat dan banyak sekali. Mana yang harus diprioritaskan bila waktunya bersamaan? Inilah yang dibutuhkan kecermatan, kecerdikan, dan kebijaksanaan.

'Tidak mudah' memimpin negeri yang besar seperti Indonesia ini. Pertanyaannya kontribusi apa yang telah kita berikan untuk negeri ini? Semuanya tentu bersikap 'aku cinta tanah air Indonesia'!

Kotak_Pesan_Dunia