Translate Article

Insting Si Bocah

Bookmark and Share
Salam Sukses Selalu...
Lima bocah berlarian diiringi lagu "Sakitnya tuh disini..." sambil menggoyangkan pinggul mereka dan saling menertawakan satu sama lain. Mereka duduk melingkar di sebuah teras rumah kontrakan di Jalan Haji Pitang, Sukapura. Jumlah mereka ada lima orang, dua perempuan dan tiga laki-laki. Sambil bercanda mereka memulai sebuah permainan bola bekel. Dari pembicaraan yang kudengar, mereka tidak pernah membicarakan tentang persoalan hidup, satu keuntungan besar menjadi anak kecil. Hidup tanpa tekanan, bisa tertawa dan menangis kapan saja mereka mau.

Seorang bocah laki-laki menatap ke arah toples makanan yang ada disampingku. Bocah itu bertanya, "Itu toples apaan?". Sebuah pertanyaan yang sejenak menghentikan pembicaaraan orang dewasa. Lalu aku jawab :"Ini kue semprong, dede mau? Nih ambil...", dan si bocah pun menjulurkan tangan kanannya untuk mengambil beberapa potong kue untuk dibagikan kepada teman-teman bermainnya. Mereka memakan kue semprong itu dengan sangat lahap. Dan aku sangat senang bisa mengabulkan hasrat sang bocah untuk mengatasi rasa lapar pada dirinya. Sebuah insting untuk bertahan hidup yang dimiliki sang bocah.

Di zaman sekarang ini mungkin saja banyak bocah-bocah kecil yang keadaannya kurang beruntung. Mereka tak bisa makan secara teratur karena kesulitan hidup yang dialami orang tuanya. Anak yang seharusnya terpenuhi gizi dan kebutuhan pokoknya, dipaksa untuk menjalani hari-hari yang penuh keprihatinan. Apalagi bagi bocah-bocah yang terjebak dalam kehidupan jalanan bersama anak-anak remaja lainnya, dan tumbuh mengikuti keadaan lingkungannya. Sayangnya, lebih banyak hal-hal negatif yang mereka serap dan pelajari. Mudah-mudahan saja mereka bisa mengikuti kata hati, mengikuti insting alami sebagai manusia yang berkewajiban untuk peduli dan menghargai sesama.


{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia