Translate Article

SBY dan Ibu Ani Merasa Lega | 10 Tahun Menahan "Bisul"

Bookmark and Share

Salam Sukses Selalu....
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Presiden Indonesia ke-6, bapak SBY dan ibu Ani Yudhoyono bersedia diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi swasta TVOne. Dalam wawancara yang dilakukan secara eksklusiv ini bapak SBY dan ibu Ani Yudhoyono mengaku merasa sangat lega setelah sepuluh tahun lamanya menahan "bisul". "Bisul" yang dimaksud disini adalah dampak emosional yang harus ditahan di dalam hati ketika sang presiden mengambil suatu kebijakan yang menimbulkan gejolak masyarakat.

Nah...berikut ini penuturan bapak SBY seputar rencana beliau bersama keluarga setelah purna tugas sebagai Presiden RI ke-6:

Nah begini…orang itu kalau membaca buku itu kan suka capek, penat, berat, pusing. Saya membaca buku itu bikin rileks. Jadi..kalau saya sedang pikiran kusut begitu, sumpek, saya ke perpustakaan, mengambil satu dua buku yang saya anggap topiknya bagus, saya baca, satu jam begitu…rileks.

Jadi, saya pikir sudah lama sekali lagi saya tidak merefresh kembali pengetahuan saya, wawasan saya, saya akan rutinkan kembali membaca buku-buku terutama buku-buku yang relevan dengan perkembangan dunia dan perkembangan tanah air. Ee'…sekarang ini. Itu yang terbayang bagi saya. Tentu saya kan senang mencipta lagu, disamping sekali-kali main gitar, main keyboard, saya mencipta lagu mungkin inspirasi pasti akan datang lebih sering.

Dulu, ketika masih menjadi presiden, inspirasi itu muncul empat bulan sekali. Mungkin (maksudnya setelah tidak menjadi presiden) setiap bulan saya dapat inspirasi, bisa lagu, bisa membuat puisi. Kira-kira itu yang terbayang bagi saya.

Kalau olahraga itu sebenarnya saya dulu ini pemain voli. Sejak SMP sampai tahun 2007, sampai dokter melarang karena tidak bagus. Loncat karena impactnya mengganggu lutut, sehingga dokter tidak merekomendasikan voli. Akhirnya, saya dulu tidak suka golf, tapi dokter bilang “sekali-kali golf lah…, lihat lapangan yang hijau, rileks, santai, berteriak sesama kawan”, itu juga mengurangi apa namanya ketegangan. Karena saya katakan tadi, tanpa saya sadari tekanan itu luar biasa. For ten years…sepuluh tahun dan saya harus bisa membangun keseimbangan itu antara lain dengan olah raga golf. Jadi, sekali-kali saya golf untuk itu.

Nah…saya dengan ibu Ani rajin, dulu di istana itu jalan kaki, seminggu tiga kali (Ibu Ani: “Keliling istana sampai lima kali, putaran begitu, atau jalan kaki saja keliling kompleks cikeas”).
Itu juga salah satu…yah itu yang terbayang, mudah-mudahan bisa saya lakukan mulai esok dan seterusnya. Begitu.



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Kotak_Pesan_Dunia